Radar Ijen - Pagi itu, arus lalu lintas di Jembatan Koncer lebih ramai dari biasanya. Kendaraan roda dua dan empat melintas dari dua arah berlawanan.
Di ujung jembatan, ada petugas polisi dan Dishub yang berupaya mengatur arus lalu lintas agar lancar. Sesekali mereka menyuruh sopir truk roda enam, untuk memutar arah.
Pemandangan tersebut terlihat di Jembatan Koncer kemarin (24/6). Meski badan jalan yang bolong sudah ditambal, namun akses untuk pengendara tetap dibatasi.
Baca Juga: Cegah Keracunan, 14 SPPG di Bondowoso Diminta Sinkronkan Masa Berlaku Sertifikat Higienitas SLHS
Bahkan, petugas berencana kembali memasang portal dengan ketinggian 2,2 meter. Dilengkapi dengan tambahan penerangan atau lampu yang memadai.
Kondisi jembatan yang berlubang berulang kali, memunculkan kekhawatiran di kalangan warga.
Namun, mereka terpaksa tetap melintas, karena menjadi akses paling dekat.
Ditambah Jembatan Sentong yang masih dalam proses perbaikan total, pengerjaannya ditarget rampung pada November mendatang.
Jembatan Sentong memang menjadi jalur alternatif setelah Jembatan Sentong ditutup total. Maka tak heran, jika jumlah kendaraan yang melintas di jembatan itu menjadi lebih banyak.
Baca Juga: Belum Ada Kasus di Bondowoso, Dinkes Minta Warga Waspada Penyebaran Influenza A Tanpa Panik
“Sebenarnya khawatir ketika lewat di sana, karena kondisinya begitu. Tapi kalau diperbaiki sekarang gimana, kan Jembatan Sentong juga belum selesai,” ujar Edy, warga Desa Sukowiryo yang setiap hari melintas di Jembatan Koncer.
Sebelumnya, Wati salah seorang warga desa Tamansari mengatakan, sebelum badan jalan Jembatan Koncer kembali berlubang pada Minggu (20/9) lalu.
Kendaraan besar seperti truk dan bus masih tetap melintas, khususnya pada malam hari. “Kadang langsung bersamaan kendaraan besar itu,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh