Radar Ijen - Kondisi penerangan di Jembatan Biluk, Kecamatan Tenggarang, kembali menjadi sorotan.
Minimnya pencahayaan serta rambu lalu lintas yang kurang terlihat dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Keluhan tersebut langsung mendapat respons dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso.
Baca Juga: Urusan Perut Anak Sekolah Tak Boleh Main-Main! Pemkab Bondowoso Perketat Standar Mutu Dapur MBG
Kepala Dishub Bondowoso Sigit Purnomo mengatakan, ruas jalan di kawasan Jembatan Biluk berstatus jalan provinsi, bukan jalan kabupaten.
Meski demikian, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi perhatian. Dishub Bondowoso berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub Jatim untuk penanganan penerangan di lokasi.
"Alhamdulillah sudah terpasang PJU di sana. Kami juga sudah ber koordinasikan dengan UPT Dishub 3 Jatim," katanya.
Penambahan penerangan diharapkan meningkatkan visibilitas pengendara, khususnya saat melintasi jembatan pada malam hari. Selain PJU, kondisi rambu dan pembatas jalan juga menjadi perhatian.
“Kondisi rambu dan pembatas jalan di kawasan jembatan, juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan, agar keberadaan jalur yang menyempit dapat lebih mudah dikenali pengendara,” paparnya.
Baca Juga: 200 Warga Binaan Lapas Bondowoso Negatif Narkoba, BNNK Lumajang Pastikan Pengawasan Ketat
Sorotan terhadap Jembatan Biluk mencuat setelah kecelakaan tunggal terjadi di kawasan tersebut pada Minggu (20/9) malam. Jembatan itu berada di sebelah timur Mako Brimob.
Pada malam hari, sejumlah bagian jembatan terlihat minim pencahayaan. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena terdapat pembatas di tengah jalur yang dinilai kurang mudah terlihat, terutama bagi pengendara dari arah timur.
Keluhan serupa juga muncul di media sosial, salah satunya melalui grup Facebook Suara Rakyat Bondowoso. Warga menyoroti minimnya penerangan di jalur ganda jembatan serta kondisi jalan yang kembali menyempit setelah melewati jembatan.
Warga Kecamatan Tenggarang berinisial H mengatakan, sebenarnya sudah terdapat lampu penerangan di sisi timur jalan. Namun, pencahayaan belum merata karena sisi selatan cenderung lebih gelap.
"Ada di sisi timur jalan, cuma rambu itu kadang-kadang tidak kelihatan," ujarnya.
Menurut H, kondisi jalan yang relatif mulus juga dapat membuat pengendara kurang waspada. Terlebih, ruas tersebut sempat melebar menjadi jalur ganda sebelum kembali menyempit saat kendaraan melintasi kawasan jembatan.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Jember Gelar TM, 16 Tim dari Jember, Bondowoso, dan Lumajang Siap Bersaing
“Situasi itu berpotensi membingungkan pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan. Terlebih pada malam hari ketika pembatas tengah maupun rambu lalu lintas tidak terlihat secara optimal,” pungkasnya. (ham/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh