200 Warga Binaan Lapas Bondowoso Negatif Narkoba, BNNK Lumajang Pastikan Pengawasan Ketat

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 22:14 WIB
DIANTISIPASI: Tim Kesehatan Lapas Bondowoso bersama BNNK Lumajang, melihat hasil tes urine yang melibatkan 200 warga binaan. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
DIANTISIPASI: Tim Kesehatan Lapas Bondowoso bersama BNNK Lumajang, melihat hasil tes urine yang melibatkan 200 warga binaan. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

Radar Ijen - Selain menyita sejumlah barang terlarang dari dalam kamar hunian warga binaan.

Petugas dalam razia gabungan yang dilaksanakan di dalam Lapas Bondowoso, para narapidana kasus narkoba dan yang terindikasi narkoba dilakukan tes urine.

Meski dari 200 orang yang diperiksa hasilnya negatif, namun antisipasi dan pencegahan tak dikendurkan.

Baca Juga: Banjir Informasi di Gadget Bikin Generasi Muda Minim Pemahaman, DPRD Bondowoso Suarakan Alarm Bahaya

Kepala BNNK Lumajang AKBP Indra Brahmana mengatakan, dalam razia tersebut sebanyak 200 orang menjalani tes urine. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif narkotika.

Tes tersebut bukan pertama kali digelar pada tahun ini, sudah kurang lebih empat kali pemeriksaan dilakukan sebelumnya.

“Alhamdulillah negatif semua. Ini juga dalam rangka untuk melakukan deteksi dini dan pengawasan secara berkala,” katanya.

Menurut dia, kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan di Lapas Bondowoso. Tes urine menjadi bagian dari pengawasan berkala sekaligus upaya memperkuat sinergi antar lembaga dalam pemberantasan narkotika.

“Selama ini sebetulnya kami itu sering bertukar informasi. Karena kita tahu ya, narkoba itu kan sindikat. Kadang orang di dalam pun itu nggak kapok juga,” ujarnya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Hantam Bondowoso! Produksi Kopi Arabika Anjlok 60 Persen

Indra menegaskan, narkotika merupakan musuh bersama. Karena itu, pemberantasannya membutuhkan keterlibatan dan koordinasi seluruh aparat penegak hukum maupun instansi terkait.

“Tidak mungkin narkoba itu bisa diberantas kalau kita ini tidak sinergi kuat seperti ini. Termasuk dengan lapas,” imbuhnya.

Sementara itu, keterbatasan alat tes urine membuat pemeriksaan belum dapat dilakukan terhadap seluruh warga binaan dan pegawai. Dari kebutuhan pemeriksaan secara menyeluruh, alat yang tersedia hanya mencukupi untuk 200 orang.

Dari 200 orang yang diperiksa, sebanyak 153 orang diprioritaskan karena memiliki riwayat kasus narkoba. Sisanya merupakan warga binaan yang masuk dalam kategori perlu diwaspadai. (ham/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
BNNK razia tes urine lapas bondowoso