Razia Gabungan Lapas Bondowoso Bongkar Puluhan Sajam dan Korek Api, 200 Warga Binaan Lolos Tes Urine

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 06:09 WIB
TELITI: Petugas gabungan menelusuri dan mencari barang terlarang dalam kamar hunian warga binaan Lapas Bondowoso, kemarin. (DOK HUMAS LAPAS BONDOWOSO)
TELITI: Petugas gabungan menelusuri dan mencari barang terlarang dalam kamar hunian warga binaan Lapas Bondowoso, kemarin. (DOK HUMAS LAPAS BONDOWOSO)

Radar Ijen - Razia gabungan di Lapas Kelas IIB Bondowoso membongkar puluhan barang terlarang. Dari 44 korek api hingga tiga senjata tajam rakitan ikut diamankan.

Di saat yang sama, 200 warga binaan menjalani tes urine dan seluruhnya dinyatakan negatif, kemarin (21/9) sore.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polisi, BNN, Brimob, hingga petugas lapas, menyisir semua kamar hunian warga binaan.

Baca Juga: Banjir Informasi di Gadget Bikin Generasi Muda Minim Pemahaman, DPRD Bondowoso Suarakan Alarm Bahaya

Mereka dengan teliti memeriksa setiap barang yang disimpan oleh narapidana dalam kamarnya. Sebelum dikumpulkan menjadi satu.

Di lokasi berbeda, para narapidana berjejer rapi menunggu giliran untuk melakukan tes urine. Tampak BNN dan tenaga kesehatan Lapas Bondowoso, serius melihat satu persatu hasil tes urine yang dilakukan terhadap 200 warga binaan.

Hasilnya, tak ada satupun yang dinyatakan positif sedang mengkonsumsi narkoba.

Dalam razia gabungan tersebut, masih ditemukan sejumlah barang terlarang. Mulai dari 44 korek api, 4 sendok besi, 4 pinset, 2 cermin, 3 paku ukuran besar, tiga senjata tajam rakitan, 2 pemotong kuku, 8 alat cukur, kartu remi 2 set serta 8 botol kaca.

Barang tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang ada.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Hantam Bondowoso! Produksi Kopi Arabika Anjlok 60 Persen

Kalapas Bondowoso Nunus Ananto mengatakan, razia gabungan yang dilakukan bersama pihak terkait, bertujuan memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Oleh sebab itu, dia menegaskan kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala. Sebagai bentuk deteksi dini dan komitmen terbebas dari Hp, pungli dan narkoba (Halinar).

“Deteksi dini, pengawasan dan razia akan terus dilakukan secara berkala,” katanya.

Dikonfirmasi terkait sejumlah barang temuan, yang masih terus ditemukan barang terlarang yang hampir sama, dalam beberapa razia terakhir.

Nunus menjelaskan, hal tersebut memang masih menjadi salah satu tantangan yang terus coba diantisipasi. Dia mengaku masih mencari solusi atau formula yang tepat, agar barang itu tidak selalu ditemukan.

“Sudah kami upayakan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (ham/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
razia gabungan tes urine lapas bondowoso