DABASAH, Radar Ijen – Razia gabungan di Lapas Kelas IIB Bondowoso kembali menemukan sejumlah barang terlarang. Sebanyak 44 korek api, tiga senjata tajam (sajam) rakitan, hingga puluhan barang lainnya disita petugas. Selain itu, 200 warga binaan menjalani tes urine. Hasilnya, seluruhnya negatif narkotika, kemarin (21/9) sore.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, BNN, Brimob, dan Lapas Bondowoso menyisir seluruh kamar hunian warga binaan. Satu per satu barang yang tersimpan di dalam kamar diperiksa dan dikumpulkan untuk diamankan.
Dari razia tersebut, petugas menemukan 44 korek api, empat sendok besi, empat pinset, dua cermin, tiga paku berukuran besar, tiga sajam rakitan, dua pemotong kuku, delapan alat cukur, dua set kartu remi, serta delapan botol kaca.
Baca Juga: Truk Nakal Nekat Menerobos, Jembatan Koncer Bondowoso Kembali Berlubang di Titik Baru
Kalapas Bondowoso Nunus Ananto mengatakan, razia gabungan dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari deteksi dini dan pengawasan untuk menjaga lapas terbebas dari handphone, pungli, dan narkoba (Halinar).
“Deteksi dini, pengawasan dan razia akan terus dilakukan secara berkala,” katanya.
Terkait masih ditemukannya barang terlarang dengan jenis yang hampir sama dalam sejumlah razia terakhir, Nunus menyebut hal tersebut menjadi tantangan yang terus diantisipasi.
Pihaknya masih mencari formula yang tepat agar barang-barang tersebut tidak kembali ditemukan. “Sudah kami upayakan semaksimal mungkin,” tuturnya.
Baca Juga: Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Kalisat-Panarukan Masih Abu-Abu, Pemkab Bondowoso Menunggu Pusat
Selain menyisir kamar hunian, petugas juga melakukan tes urine terhadap warga binaan, khususnya narapidana kasus narkoba dan yang terindikasi terkait narkoba. Sebanyak 200 orang menjalani pemeriksaan. Hasilnya, tidak ada yang dinyatakan positif.
Kepala BNNK Lumajang AKBP Indra Brahmana mengatakan, tes urine tersebut merupakan bagian dari deteksi dini dan pengawasan berkala. Pemeriksaan serupa juga bukan kali pertama dilakukan di Lapas Bondowoso.
“Alhamdulillah negatif semua. Ini juga dalam rangka untuk melakukan deteksi dini dan pengawasan secara berkala,” katanya.
Indra menyebut, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antar instansi dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Selama ini, BNNK Lumajang dan pihak lapas juga rutin bertukar informasi terkait temuan maupun hal-hal yang mencurigakan.
“Selama ini sebetulnya kami itu sering bertukar informasi. Karena kita tahu ya, narkoba itu kan sindikat. Kadang orang di dalam pun itu nggak kapok juga,” ujarnya.
Menurut Indra, pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi kuat antara aparat penegak hukum, TNI, dan instansi terkait lainnya.
Baca Juga: Lepas Kontingen Bahlil Mini Soccer, Golkar Bondowoso Siapkan Bonus Khusus Top Score
“Tidak mungkin narkoba itu bisa diberantas kalau kita ini tidak sinergi kuat seperti ini. Termasuk dengan lapas,” imbuhnya.
Namun, pemeriksaan belum dapat menjangkau seluruh warga binaan dan pegawai karena keterbatasan alat tes urine. Dari 200 orang yang diperiksa, sebanyak 153 orang diprioritaskan karena memiliki riwayat kasus narkoba. Sisanya merupakan warga binaan yang masuk kategori perlu diwaspadai.
Meski seluruh hasil tes negatif, langkah pencegahan dan pengawasan tetap dilakukan. Razia berkala menjadi salah satu upaya Lapas Bondowoso mendeteksi sekaligus menekan potensi masuknya barang terlarang ke dalam lapas. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi