Radar Ijen - Jembatan Koncer kembali berlubang, Minggu (20/9). Hal tersebut membuat arus lalu lintas sempat tersendat.
Peristiwa serupa sebelumnya juga sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pemkab Bondowoso hanya melakukan penanganan dengan cara ditambal dan membatasi muatan saja.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, lubang di Jembatan Koncer tersebut kurang lebih 52 sentimeter. Membuat sungai yang berada persis di bawahnya terlihat.
Baca Juga: Soroti Lonjakan SILPA APBD Bondowoso 2026, Fraksi PDIP Layangkan 12 Rekomendas
Ranting pohon diletakkan di jembatan yang berlubang, sebagai penanda agar pengendara yang melintas berhati-hati.
Hingga update terakhir, kemarin (21/9) Jembatan tersebut belum mendapatkan penanganan perbaiki total dan pengendara masih bisa melintas. Meski warga cukup khawatir.
Beberapa waktu kemudian, petugas BPBD Bondowoso juga tampak memasang rambu sementara. Agar Jembatan yang berlubang tidak dilintasi kendaraan.
Selain itu, anggota polisi juga langsung mengatur arus lalu lintas. Sejumlah kendaraan besar diarahkan untuk putar arah.
Sebenarnya untuk truk dan bus, dilarang melintas di Jembatan Koncer, setelah beberapa waktu lalu sempat berlubang namun di posisi berbeda.
Baca Juga: APBD 2027 Defisit Rp83,48 Miliar, Pemkab Bondowoso Siapkan Utang Rp45 Miliar untuk RSUD
Petugas juga sempat memasang portal saat jembatan tersebut berlubang beberapa waktu lalu. Namun, tak berselang lama portal itu rusak ditabrak truk.
Hingga Minggu (20/9) portal yang terbuat dari besi itu tak dipasang kembali. Hanya menyisakan banner berupa larang melintas.
Akibatnya, sejumlah kendaraan besar termasuk bus dan tronton, masih dapat berlalu lalang di Jembatan Koncer. Khususnya pada malam hari.
“Kalau malam tronton sama bus biasa lewat sini. Siapa yang mau melarang,” kata Wati, Warga sekitar.
Meski ada Pak Ogah yang mencoba mengarahkan truk untuk putar arah. Namun, sejumlah sopir tetap maksa untuk lewat.
Warga sekitar pun tak bisa berbuat banyak, meski selalu dibayang-bayangi jembatan ambruk.
“Gak ada yang jaga kalau malam. Truk besar-besar itu biasa sudah lewat sini. Gak digubris meskipun dilarang,” ujarnya.
Baca Juga: Postur APBD Bondowoso 2027 Jomplang? Beban Gaji PPPK Tembus Rp100 Miliar
Dikonfirmasi terpisah, Warga Desa Sumbersalam Bondowoso Bahrian, mengaku khawatir saat melintas di Jembatan Koncer.
Namun, akibat tak memiliki akses lain untuk bekerja dan mengantar anaknya sekolah, dia terpaksa melintasi di tempat itu setiap hari.
“Kalau khawatir sudah pasti, tapi gimana lagi. Mau lewat jalan lain lebih jauh nanti,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh