APBD 2027 Defisit Rp83,48 Miliar, Pemkab Bondowoso Siapkan Utang Rp45 Miliar untuk RSUD

Faqih Humaini • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 03:48 WIB
Defisit ini sudah diperhitungkan dan akan ditutup melalui pembiayaan daerah yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan,”
ABDUL HAMID WAHID, Bupati Bondowoso. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
Defisit ini sudah diperhitungkan dan akan ditutup melalui pembiayaan daerah yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan,” ABDUL HAMID WAHID, Bupati Bondowoso. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

Radar Jember - Rancangan APBD Bondowoso 2027 diproyeksikan mengalami defisit Rp83,48 miliar. Angka itu muncul karena rencana belanja daerah mencapai Rp1,910 triliun, sementara pendapatan hanya diproyeksikan Rp1,826 triliun.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Bondowoso juga menyiapkan pembiayaan melalui utang daerah sebesar Rp45 miliar untuk pengembangan RSUD.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, penyusunan APBD 2027 tetap diarahkan agar anggaran daerah memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Lepas Kontingen Bahlil Mini Soccer, Golkar Bondowoso Siapkan Bonus Khusus Top Score

Selain memperkuat pelayanan publik, pemerintah daerah juga menempatkan kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan sebagai bagian dari arah pembangunan.

“Yang paling penting, setiap anggaran yang dialokasikan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Abdul Hamid dalam rapat paripurna DPRD Bondowoso, kemarin (17/9).

Dalam nota penjelasannya, Abdul Hamid menyebut tema pembangunan Bondowoso 2027 adalah “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan.”

Tema tersebut menjadi pijakan dalam penyusunan program dan kegiatan pemerintah daerah. Sejumlah sektor diprioritaskan, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pertanian dan ketahanan pangan hingga layanan kesehatan.

Dari sisi pendapatan, Pemkab Bondowoso memproyeksikan penerimaan sebesar Rp1,826 triliun. Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp333,56 miliar, pendapatan transfer Rp1,445 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp48,14 miliar.

Baca Juga: Breaking News! Jembatan Koncer Bondowoso Kembali Berlubang, Begini Kondisi Terkininya

Sementara belanja daerah dipatok Rp1,910 triliun untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Untuk sektor kesehatan, pengembangan RSUD menjadi salah satu agenda yang mendapat dukungan pembiayaan khusus. Pemkab merencanakan utang daerah sebesar Rp45 miliar.

Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk pengembangan fasilitas rumah sakit daerah dengan harapan kapasitas serta kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat meningkat.

Selain itu, Pemkab Bondowoso juga mengusulkan pembentukan dana cadangan sebesar Rp10 miliar. Dana tersebut dipersiapkan untuk kebutuhan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah pada periode mendatang.

Sementara defisit Rp83,48 miliar dalam rancangan APBD akan ditutup melalui pembiayaan daerah yang bersumber dari SiLPA maupun sumber pembiayaan lain yang sah sesuai ketentuan.

Baca Juga: Tata Kelola Perumdam Ijen Tirta Bondowoso Disorot, Audit Inspektorat Temukan Rekrutmen Tanpa Tes

Abdul Hamid menegaskan, rancangan APBD 2027 disusun dengan mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan daerah, KUA-PPAS, serta kebijakan pembangunan nasional.

Pemerintah daerah juga akan terus mengoptimalkan potensi pendapatan untuk menjaga kemampuan fiskal. “Defisit ini sudah diperhitungkan dan akan ditutup melalui pembiayaan daerah yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan,” pungkasnya. (faq/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
Pemkab Bondowoso RAPBD 2026 defisit anggaran gaji pppk