Radar Ijen - Kemarau panjang membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bondowoso ditingkatkan.
Apalagi sejumlah kejadian terjadi di Bondowoso dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya di Pegunungan Ijen dan wilayah Arak-arak.
Salah satunya dengan membentuk posko hingga meningkatkan patroli di lapangan. Seperti yang dilakukan oleh Muspika Sumberwringin bersama Perhutani, kemarin (17/9). Mereka turun langsung melakukan patroli di kawasan hutan yang dianggap rawan kebakaran.
Baca Juga: KAI Bahas Reaktivasi Jalur Mati, Jalur Bondowoso-Situbondo Sudah Sampai Mana?
Selain menyusuri kawasan hutan, petugas memasang banner imbauan Karhutla. Penggarap hutan dan masyarakat sekitar hutan Dusun Polo Agung, Desa Sukorejo, diberi edukasi agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Mereka diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan. Penjaga lahan kopi yang membuat api unggun juga diingatkan agar tidak meninggalkan api dan memastikan bara benar-benar padam setelah digunakan.
Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api kepada Muspika Sumberwringin maupun Perhutani.
Kapolsek Sumberwringin Iptu I Gede Sugitra mengatakan, patroli tersebut merupakan langkah preventif menghadapi musim kemarau.
Kegiatan dilakukan secara sinergis bersama muspika, Perhutani, LMDH, dan Kelompok Tani Hutan. “Dari hasil patroli, tidak ditemukan pelanggaran maupun gangguan kamtibmas,” katanya.
Baca Juga: Lewat Strategi Jemput Bola, Puskesmas Maesan Bondowoso Genjot Capaian Cek Kesehatan Gratis
Dikonfirmasi terpisah, Adm Perum Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir mengatakan, untuk mengantisipasi karhutla di wilayah Perhutani, sosialisasi melalui media sosial, hingga banner yang dipasang di berbagai tempat.
Hal itu, diharapkan dapat menjadi pengingat bagi warga, agar tak melakukan aktivitas pemicu kebakaran. “Dilarang buang puntung rokok sembarangan, hingga dilarang meninggalkan api di hutan,” katanya.
Upaya lainnya adalah melakukan patroli dengan intensitas yang ditingkatkan. Sehingga ketika mengetahui ada kebakaran, upaya pemadamannya dapat dilakukan lebih cepat. Tentunya dengan melibatkan berbagai pihak terkait lainnya.
“Kami juga membuat posko bencana alam di setiap Asperan. Sehingga kalau diketahui ada api segera dilaporkan dan langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.
Munir juga menyebut, titik api seluruh Indonesia termasuk Bondowoso, dipantau melalui sistem SiPongi milik Kementerian Kehutanan RI.
Baca Juga: Evaluasi Program MBG di Bondowoso, Satgas Soroti Izin Dapur Hingga Kelayakan Sanitasi
Setiap ada titik api, biasanya akan langsung diteruskan kepada daerah, untuk dilakukan pengecekan dan penanganan. “Dari satelit itu kelihatan, apalagi malam hari. Kalau ada titik api, kami langsung cek ke lapangan,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh