Pasca-Kebakaran Kawah Wurung Tetap Buka, Pengunjung Dilarang Merokok Sembaranga

Faqih Humaini • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:00 WIB
MANJAKAN MATA: Potret pesona Kawah Wurung saat dikunjungi wisatawan. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
MANJAKAN MATA: Potret pesona Kawah Wurung saat dikunjungi wisatawan. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

Radar Jember - Kebakaran yang terjadi di kawasan Kawah Wurung, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol/Ijen, pada 25 Agustus lalu tidak membuat aktivitas wisata ditutup.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan destinasi tersebut masih dapat dikunjungi wisatawan, setelah api tidak sampai merusak fasilitas umum (fasum) di kawasan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Gede Budiawan mengatakan, titik kebakaran berada di sekitar padang savana. Api tidak menjalar hingga fasilitas yang digunakan wisatawan.

Baca Juga: KAI Bahas Reaktivasi Jalur Mati, Jalur Bondowoso-Situbondo Sudah Sampai Mana?

“Tetap buka. Masih beruntung kebakaran itu tidak sampai ke fasum. Hanya berada di sekitaran padang savana,” kata Gede.

Meski aktivitas wisata tetap berjalan, pengelola tidak mengabaikan potensi kebakaran susulan. Setelah kejadian, Disparbudpora bersama pegawai dan pengelola destinasi melakukan pembersihan di sekitar fasilitas umum.

Sampah dan material kering yang berpotensi menjadi pemantik api disingkirkan. “Kami juga bersama para pegawai dan pengelola telah membersihkan sampah atau bahan-bahan kering di sekitar fasum agar tidak menjadi pemantik terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi material mudah terbakar yang berada di sekitar area aktivitas wisatawan. Terlebih, kondisi vegetasi yang mengering dapat membuat api dengan cepat merambat apabila terdapat sumber pemantik.

Karena itu, Gede meminta wisatawan turut menjaga keamanan kawasan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah aktivitas merokok. Puntung rokok yang dibuang sembarangan berpotensi menjadi sumber api, terutama ketika berada di kawasan yang dipenuhi rumput atau vegetasi kering.

Imbauan tersebut menjadi penting karena pengamanan kawasan wisata dari ancaman kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas maupun pengelola. Wisatawan juga memiliki peran dalam mencegah munculnya titik api selama berada di kawasan terbuka.

Baca Juga: Peran Strategis P2P Bondowoso Ampu Enam SPM Kesehatan, Penolakan Warga Jadi Tantangan

Gede menegaskan, kebakaran sebelumnya tidak sampai mengganggu keberadaan fasilitas umum di Kawah Wurung. Karena itu, destinasi wisata tersebut tetap beroperasi dan dapat menjadi salah satu pilihan kunjungan wisata di kawasan Ijen.

Selain Kawah Wurung, wisatawan juga memiliki pilihan destinasi lain di sekitarnya. Gede menyebut Jabal Kirmit dan Guest House sebagai beberapa lokasi yang dapat dikunjungi.

Kedua destinasi tersebut memiliki daya tarik tersendiri, termasuk nilai sejarah yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.

“Selain Kawah Wurung, wisatawan juga dapat mengunjungi sejumlah destinasi di sekitarnya, seperti Jabal Kirmit dan Guest House yang memiliki nilai sejarah,” terang Gede.

Di tengah ancaman kebakaran pada kawasan terbuka, pengelolaan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada pengunjung.

Baca Juga: Evaluasi Program MBG di Bondowoso, Satgas Soroti Izin Dapur Hingga Kelayakan Sanitasi

Upaya membersihkan material kering, mengingatkan wisatawan, serta menjaga fasilitas dari potensi sumber api menjadi bagian penting untuk memastikan aktivitas wisata tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Kawah Wurung pun tetap dibuka dengan catatan wisatawan ikut menjaga kawasan. Terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama berada di area wisata. (faq/bud)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Kawah wurung Savana kebakaran lahan karhutla Bondowoso