Lewat Strategi Jemput Bola, Puskesmas Maesan Bondowoso Genjot Capaian Cek Kesehatan Gratis

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 02:00 WIB
DIBURU: Kolesterol dan hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh warga, hal itu paling banyak ditemukan saat cek kesehatan gratis. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
DIBURU: Kolesterol dan hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh warga, hal itu paling banyak ditemukan saat cek kesehatan gratis. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

Radar Ijen - Mengejar capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan perkara menunggu warga datang ke puskesmas.

Di Maesan, petugas memilih bergerak mendekati masyarakat, dari desa, sekolah hingga lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Upaya itu berbuah hasil. Kecamatan Maesan yang sebelumnya berada di posisi dua terbawah dalam capaian CKG, kini masuk jajaran atas. Targetnya memang tidak kecil.

Baca Juga: Armada Tua Keluaran 1987 Jadi Beban, Damkar Bondowoso Krisis Personel, APD, hingga Alat Pernapasan

Dengan jumlah penduduk yang besar mencapai kurang lebih 49.500 jiwa, sasaran CKG di wilayah tersebut mencapai sekitar 22.500 orang.

Kepala Puskesmas Maesan, dr Yudia Candrawati mengatakan, awalnya cakupan CKG di wilayahnya itu nomor 2 dari bawah.

Tak mau tinggal diam, mereka memilih melakukan berbagai upaya agar capaian meningkat. Salah satunya memperluas pelayanan hingga desa dan menggandeng sejumlah pihak.

Kegiatan CKG juga dilakukan di SPPG serta bekerja sama dengan organisasi masyarakat.

“Kami mengikhtiari, kami berdaya upaya, akhirnya kami masuk ke SD, ke desa hingga SPPG, selain dengan Muslimat juga,” katanya.

Baca Juga: Wabup As'ad Pimpin Evaluasi MBG Bondowoso, Pastikan Makanan Aman untuk Anak hingga Ibu Hamil

Berbagai kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap. Tim juga menyusun target mingguan dan memantau capaian setiap tiga hari.

Jika sebuah desa tertinggal dari target, tim lain ikut membantu turun ke lapangan. “Jadi kita laporannya itu per 3 hari,” ujarnya.

Bagi Yudia, angka capaian memang penting. Namun, tujuan akhirnya bukan sekadar membuat persentase terlihat tinggi.

Pemeriksaan diharapkan mampu menemukan penyakit sejak dini dan memastikan warga mendapatkan penanganan.

“Output yang lain yang kami pikirkan itu bagaimana masyarakat di kecamatan Maesan, hipertensi-nya terkendali, kencing manisnya terkendali, asam uratnya juga terkendali,” terangnya.

Karena itu, kegiatan CKG terus digelar. Tim Puskesmas Maesan menurunkan puluhan petugas secara bergantian untuk mendukung pelayanan di lapangan.

Baca Juga: Kejar Tenggat 25 Desember! P-APBD Bondowoso 2026 Resmi Disetujui DPRD, Siap Dievaluasi Gubernur

Dalam satu kegiatan, sekitar 35 hingga 40 petugas dapat diterjunkan. Dari sekitar 100 pegawai Puskesmas Maesan, mereka dilibatkan secara bergantian sesuai kebutuhan dan kegiatan yang berlangsung.

Model kerja tersebut membuat CKG tidak hanya menjadi program pemeriksaan kesehatan, tetapi juga gerakan bersama seluruh jajaran puskesmas.

Target dibagi, capaian dipantau, dan tim saling membantu ketika ada wilayah yang belum memenuhi sasaran.

Hasilnya mulai terlihat. Dari posisi dua terbawah, Maesan kini berada di posisi kedua dari atas. Tim pun masih berupaya mempertahankan capaian tersebut hingga akhir tahun.

“Alhamdulillah, sampai minggu kemarin, karena kan mingguan ya. Insya Allah mudah-mudahan kecamatan Maisan bertahan di nomor 2 atau bisa nomor 1,” pungkasnya. (ham/bud)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
jemput bola CKG cek kesehatan gratis Bondowoso