Radar Ijen - Banyak penyakit tidak datang dengan gejala yang terasa sejak awal. Hipertensi, diabetes hingga kolesterol tinggi bisa ditemukan ketika masyarakat menjalani pemeriksaan kesehatan.
Kondisi itu menjadi salah satu hasil dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terus digenjot Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso. Hingga kini, cakupan CKG telah mencapai 38 persen dari target 46 persen.
Capaian tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun 2026, kemarin (16/9).
Baca Juga: 310 Km Jalan Bondowoso Masih Rusak! Fraksi Demokrat-PKS Tegaskan Rantas Jangan Asal Tambal
Kepala Dinkes Bondowoso dr. Moch Jasin mengatakan, strategi jemput bola dengan memberikan pelayanan di luar gedung fasilitas kesehatan ikut mendongkrak partisipasi masyarakat.
“Sebelum kami bergerak, capaian Cek Kesehatan Gratis berada di angka 20 persen. Sekarang sudah mencapai 38 persen dari target total 46 persen,” jelasnya.
Dari pemeriksaan tersebut, hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi menjadi penyakit yang cukup banyak ditemukan. Deteksi lebih awal dinilai penting agar pasien segera mendapatkan penanganan.
“Temuan-temuan ini bisa segera kita intervensi melalui terapi lanjutan sehingga risiko menjadi penyakit yang lebih berat seperti stroke dan penyakit jantung dapat dicegah,” ujarnya.
Di sisi penyakit menular, Dinkes mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun ini lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya. Kasus leptospirosis juga tercatat tujuh kasus hingga periode pelaporan saat ini.
Baca Juga: Armada Tua Keluaran 1987 Jadi Beban, Damkar Bondowoso Krisis Personel, APD, hingga Alat Pernapasan
“Edukasi kepada masyarakat dan berbagai langkah pengendalian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik,” jelasnya.
Penemuan kasus HIV juga menurun. Jika tahun sebelumnya kasus positif yang ditemukan mencapai lebih dari 150 kasus, hingga Agustus 2026 tercatat 69 kasus.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan, penguatan imunisasi masih menjadi pekerjaan rumah.
Cakupan imunisasi perlu terus ditingkatkan untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
dr Jasin mengimbau masyarakat tidak khawatir membawa anak untuk mendapatkan imunisasi.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian penyakit membutuhkan keterlibatan masyarakat, bukan hanya pemerintah dan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Wabup As'ad Pimpin Evaluasi MBG Bondowoso, Pastikan Makanan Aman untuk Anak hingga Ibu Hamil
“Pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan. Mungkin manfaatnya tidak langsung dirasakan, tetapi dalam jangka panjang akan sangat berdampak,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh