Radar Ijen – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bondowoso tak luput dari evaluasi.
Pemerintah Bondowoso mulai mengoreksi berbagai aspek pelaksanaan program tersebut, bukan hanya soal menu makanan, tetapi juga kelengkapan perizinan, kelayakan fasilitas dapur, hingga kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Evaluasi dilakukan untuk memastikan MBG ke depan berjalan lebih baik sekaligus tetap aman bagi para penerima manfaat.
Baca Juga: 310 Km Jalan Bondowoso Masih Rusak! Fraksi Demokrat-PKS Tegaskan Rantas Jangan Asal Tambal
Ketua Satgas MBG Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, mengatakan seluruh aspek pelaksanaan MBG menjadi bahan pembahasan dalam rapat evaluasi yang digelar di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, evaluasi diperlukan agar berbagai catatan di lapangan bisa segera ditindaklanjuti.
“Ya tentu semuanya dievaluasi. Namanya evaluasi. Bagaimana harapannya ke depan MBG di Bondowoso ini lebih baik lagi, termasuk menu,” ujarnya.
Tak hanya urusan makanan, Pemkab Bondowoso juga menyoroti kelengkapan administrasi dan kelayakan fasilitas yang menjadi bagian penting dalam penyediaan MBG.
Beberapa di antaranya menyangkut Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Baca Juga: Armada Tua Keluaran 1987 Jadi Beban, Damkar Bondowoso Krisis Personel, APD, hingga Alat Pernapasan
As’ad mengakui, dalam rapat tersebut masih terdapat sejumlah catatan yang belum langsung mendapatkan jawaban. Namun, persoalan tersebut dipastikan akan diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
“Termasuk perizinan IPAL, kemudian SLHS dan banyak lagi yang berkaitan dengan itu. Akan kita upayakan. Yang disampaikan tadi memang belum dijawab, tapi pasti dijawab dengan tindak lanjut,” katanya.
Menurut As’ad, pemenuhan izin dan SOP tidak boleh berhenti pada kelengkapan dokumen. Ketentuan yang sudah ditetapkan harus benar-benar diterapkan dalam proses penyediaan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Hal itu dinilai penting untuk menjaga kualitas sekaligus mencegah munculnya persoalan kesehatan akibat pengelolaan makanan yang tidak sesuai standar.
“Paling tidak perizinan apa yang sudah menjadi SOP itu betul-betul dilaksanakan, tidak hanya sebatas,” tegasnya.
Baca Juga: Wabup As'ad Pimpin Evaluasi MBG Bondowoso, Pastikan Makanan Aman untuk Anak hingga Ibu Hamil
Meski evaluasi menemukan sejumlah catatan, As’ad menyebut sejauh ini tidak ada laporan kasus keracunan akibat pelaksanaan MBG di Bondowoso.
Kondisi tersebut, kata dia, tak lepas dari dukungan berbagai pihak yang ikut mengawal pelaksanaan program.
“Alhamdulillah di Bondowoso tidak ada yang keracunan MBG. Berkat dukungan teman-teman, Alhamdulillah di Bondowoso aman semua,” ungkapnya. (faq/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh