310 Km Jalan Bondowoso Masih Rusak! Fraksi Demokrat-PKS Tegaskan Rantas Jangan Asal Tambal

Faqih Humaini • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 03:00 WIB
Pekerjaan tersebut masih menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur jalan yang jauh lebih besar. Karena itu, penanganannya harus dilakukan bertahap dengan perencanaan yang jelas dan berkelanjutan,” Jubir Fraksi Demokrat-PKS DPRD Bondowoso, KETUT YUDI KARTIKO. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
Pekerjaan tersebut masih menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur jalan yang jauh lebih besar. Karena itu, penanganannya harus dilakukan bertahap dengan perencanaan yang jelas dan berkelanjutan,” Jubir Fraksi Demokrat-PKS DPRD Bondowoso, KETUT YUDI KARTIKO. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

Radar Ijen – Pekerjaan jalan di Bondowoso tak cukup hanya mengejar target pembangunan setiap tahun.

Fraksi Demokrat-PKS DPRD Bondowoso mengingatkan, program Ruas Jalan Tuntas (Rantas) harus disusun sebagai pekerjaan berkelanjutan karena persoalan infrastruktur jalan di Kota Tape masih jauh dari tuntas. 

Bahkan, sekitar 310,035 kilometer jalan disebut masih dalam kondisi belum mantap dengan kebutuhan anggaran penuntasan mencapai sekitar Rp1,03 triliun.

Baca Juga: Belum Kantongi SLHS dan Masalah Fasilitas, Tiga SPPG MBG di Bondowoso Dibekukan

Catatan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Demokrat-PKS Ketut Yudi Kartiko dalam pandangan akhir fraksi terhadap P-APBD 2026, Jumat (11/9).

Fraksi mengapresiasi komitmen pemerintah menjalankan Rantas yang tahun ini mencakup drainase sekitar 0,5 kilometer, rehabilitasi jalan 9,31 kilometer, rekonstruksi 52,72 kilometer, serta pemeliharaan rutin sekitar 70 kilometer.

Dalam P-APBD, pemerintah juga menambahkan penanganan jalan non-ruas sepanjang 1,50 kilometer.

Namun, menurut Yudi, deretan angka tersebut belum sebanding dengan besarnya pekerjaan rumah infrastruktur yang masih tersisa.

Karena itu, Rantas dinilai tidak boleh berhenti sebagai program tahunan yang berganti sasaran setiap tahun tanpa peta jalan penyelesaian yang jelas.

Baca Juga: Mengenal Kanissa Zivara Nugroho dari Bondowoso, dari Mayoret hingga Jadi Finalis Putri Jatim 2026

“Pekerjaan tersebut masih menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur jalan yang jauh lebih besar. Karena itu, penanganannya harus dilakukan bertahap dengan perencanaan yang jelas dan berkelanjutan,” kata Yudi.

Menurut dia, pemerintah perlu menentukan prioritas ruas berdasarkan tingkat kerusakan, fungsi jalan, serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

Penanganan jalan juga harus memiliki target yang terukur, sehingga masyarakat dapat melihat sejauh mana program Rantas mampu mengurangi panjang jalan yang belum mantap.

Dengan begitu, anggaran yang digelontorkan tidak sekadar menghasilkan proyek fisik, tetapi benar-benar memperbaiki konektivitas dan mendukung pergerakan ekonomi warga.

Tak hanya jalan, Demokrat-PKS turut memberi perhatian terhadap program Bondowoso Menyala yang diarahkan untuk memperkuat penerangan jalan sekaligus revitalisasi ruang terbuka hijau.

Baca Juga: Beda Keyakinan Tetap Bersahabat, Kepala Kejari Bondowoso Ingatkan Bijak Bermedsos

Fraksi meminta dua program prioritas tersebut tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah. Ketua Fraksi Demokrat-PKS Subangkit Adiputra menegaskan, konsistensi program harus berjalan beriringan dengan akuntabilitas dan kemampuan keuangan daerah.

Fraksi juga menyoroti SILPA hasil audit 2025 yang meningkat 325,02 persen, dari Rp34,14 miliar menjadi Rp145,11 miliar. Pemerintah didorong memperkuat disiplin penyerapan agar ruang fiskal yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. (faq/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
Perbaikan Jalan silpa DPRD Bondowoso Bondowoso