Armada Tua Keluaran 1987 Jadi Beban, Damkar Bondowoso Krisis Personel, APD, hingga Alat Pernapasan

Faqih Humaini • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 02:00 WIB
TERPARKIR: Dua armada Damkar Bondowoso yang saat ini tersedia. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
TERPARKIR: Dua armada Damkar Bondowoso yang saat ini tersedia. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

Radar Ijen – Tantangan penanganan kebakaran di Bondowoso tak hanya soal kecepatan menuju lokasi.

Kesiapan personel, kelengkapan alat pelindung diri (APD), hingga kondisi armada menjadi kebutuhan yang harus diperkuat.

Terlebih, tugas pemadam kebakaran juga mencakup evakuasi dalam kondisi berbahaya.

Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso Vara Tedi mengatakan, dukungan anggaran pada 2026 sangat dibutuhkan untuk menunjang operasional.

Baca Juga: Belum Kantongi SLHS dan Masalah Fasilitas, Tiga SPPG MBG di Bondowoso Dibekukan

Terlebih, adanya efisiensi anggaran membuat sejumlah kebutuhan harus disesuaikan. Namun, beberapa kebutuhan seperti tambahan bahan bakar minyak (BBM) telah dialokasikan Pemkab Bondowoso.

“Kami sangat membutuhkan dukungan anggaran. Karena dengan adanya efisiensi, kebutuhan operasional ini tetap harus berjalan. Untuk BBM insyaallah sudah dialokasikan,” katanya.

Menurut Vara, kebutuhan peralatan Damkar masih cukup banyak. Salah satunya fire jacket yang jumlahnya belum ideal dibandingkan jumlah personel.

Setiap regu membutuhkan perlengkapan keselamatan yang memadai, sementara saat ini ketersediaannya masih terbatas.

“Ada yang punya fire jacket enam, ada yang tujuh. Padahal secara safety, semua anggota harus memakai fire jacket. Jadi kami sangat membutuhkan tambahan,” ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Kanissa Zivara Nugroho dari Bondowoso, dari Mayoret hingga Jadi Finalis Putri Jatim 2026

Bukan hanya pakaian pelindung, Damkar juga membutuhkan APD untuk menghadapi situasi khusus, seperti sarang tawon, serta selang pemadam yang sudah mulai banyak mengalami kerusakan.

Selang berbahan polyester disebut banyak yang bocor sehingga kinerjanya tidak lagi maksimal.  Damkar juga membutuhkan nozzle baru karena sejumlah nozzle yang ada sudah terhambat debu dan pasir sehingga penyemprotan air tidak optimal.

Peralatan untuk evakuasi dan penanganan kebakaran dengan asap pekat juga menjadi perhatian. Damkar membutuhkan SCBA atau perangkat pernapasan untuk membantu petugas ketika masuk ke area dengan kepulan asap tebal. Saat ini, Bondowoso hanya memiliki dua unit SCBA. 

“Kalau terjadi kebakaran besar, kami tidak hanya membutuhkan satu SCBA. Karena ketika masuk ke area yang asapnya sangat pekat, alat itu sangat dibutuhkan,” jelas Vara.

Keterbatasan personel juga membuat satu regu kerap kewalahan ketika harus mengoperasikan lebih dari satu armada. Idealnya, satu regu berisi sekitar 15 personel.

Baca Juga: Beda Keyakinan Tetap Bersahabat, Kepala Kejari Bondowoso Ingatkan Bijak Bermedsos

Namun, dalam praktiknya jumlah anggota yang bertugas maksimal sekitar 10 orang. Ketika dua armada bergerak bersamaan, personel harus mendapat dukungan dari regu lain yang sedang lepas piket.

“Kalau satu truk dioperasikan enam orang saja itu sulit. Jadi kami sangat membutuhkan tambahan personel,” tegasnya.

Di sisi armada, Damkar juga berharap ada penambahan kendaraan sekaligus rekondisi armada lama yang masih memungkinkan digunakan.

Saat ini terdapat lima armada, dengan kendaraan tertua berupa Fuso keluaran 1987 yang sudah tidak dapat dioperasikan secara optimal.

Vara menyebut penambahan dua hingga tiga armada akan sangat membantu, sementara armada seperti Toyota Dyna masih memungkinkan direkondisi. 

“Kalau ada penambahan armada, kami tentu sangat senang. Minimal dua atau tiga unit, karena armada yang ada sudah banyak yang berusia tua,” pungkasnya. (faq/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
armada damkar Damkar Bondowoso satpol pp Bondowoso