Mengenal Kanissa Zivara Nugroho dari Bondowoso, dari Mayoret hingga Jadi Finalis Putri Jatim 2026

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:00 WIB
MEMBANGGAKAN: Kanissa Zivara Nugroho (tengah), Finalis Putri Jawa Timur 2026 asal Bondowoso. (DOK PROBO NUGROHO)
MEMBANGGAKAN: Kanissa Zivara Nugroho (tengah), Finalis Putri Jawa Timur 2026 asal Bondowoso. (DOK PROBO NUGROHO)

Radar Jember - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anak muda asal Bondowoso. Yakni Kanissa Zivara Nugroho, yang sukses menembus Finalis Putri Jawa Timur 2026 kategori remaja.

Hal itu tentu tak didapatkan secara mudah. Ada proses panjang yang harus dilalui. Seperti apa kisahnya ?

Kanissa Zivara Nugroho mulai menemukan bakatnya sejak duduk di bangku SMP. Ketika dipercaya menjadi mayoret drumband sekolahnya.

Baca Juga: Beda Keyakinan Tetap Bersahabat, Kepala Kejari Bondowoso Ingatkan Bijak Bermedsos

Beberapa kali dia juga terpilih sebagai model di sekolahnya. Dari kegiatan tersebut, bakat Kanissa semakin terasah.

Dia kemudian bertemu dengan agensi modeling yang melihat potensi dan ikut membentuk karakternya.

Olivia Puspitasari, ibu Kanissa, mengatakan dirinya tidak pernah memaksakan sang anak mengikuti kegiatan tertentu. Menurut dia, setiap anak memiliki potensi yang akan muncul pada waktunya. Bakat Kanissa, lanjut dia, mulai muncul ketika SMP.

Salah satunya saat Kanissa berinisiatif mengikuti seleksi mayoret. Setelah itu, dia beberapa kali dipercaya mengikuti kegiatan fashion di sekolah hingga akhirnya bertemu dengan agensi modeling.

Perempuan yang akrab disapa Oliv itu menegaskan, dirinya bersama Probo Nugroho, sang suami yang kini menjabat sebagai Camat Sumberwringin, tidak pernah memaksakan Kanissa mengikuti kegiatan tertentu.

Baca Juga: Olahan Tembakau Jadi Sumber Kerja Puluhan Warga Bendelan Bondowoso,

Orang tua hanya memberikan dukungan ketika melihat anaknya memiliki minat dan potensi. "Tapi ya tetap, orang tua harus mendampingi, mendukung dan memberikan support,” ujarnya.

Dukungan tersebut tetap berjalan beriringan dengan pendidikan akademik. Oliv menyebut kegiatan non akademik justru membantu Kanissa menjaga keseimbangan dengan prestasi akademiknya.

Ketika Kanissa lolos sebagai Finalis Putri Jawa Timur 2026, Oliv terlebih dahulu memastikan kesiapan anaknya. Sebab, saat ini Kanissa juga duduk di kelas IX dan harus mempersiapkan TKA.

Bagi Oliv, hal terpenting adalah memastikan Kanissa benar-benar siap dengan pilihannya. Sebab, setiap pilihan harus diikuti tanggung jawab dan komitmen.

Dia mencontohkan, seperti orang yang akan berperang. Maka segala sesuatu harus disiapkan dengan matang.

Baca Juga: Konsisten Terapkan Perilaku Unggul, Nasabah BTPN Syariah di Bondowoso Raih Hadiah Umrah

“Kami pastikan dulu dia siap atau tidak, komitmen atau tidak. Kalau setengah-setengah mending jangan,” terangnya.

Saat ini, persiapan Kanissa lebih banyak diarahkan pada latihan modeling, bakat dan minat, public speaking, serta pengetahuan tentang Bondowoso.

Dia juga aktif melatih anak-anak dalam klub yang berkaitan dengan individual contest marching band, seperti mayoret dan field commander.

Untuk kompetisi, Kanissa juga harus menyiapkan sejumlah materi, mulai video bakat dan minat, catwalk challenge hingga video visit UMKM.

Baca Juga: Belajar Pengabdian dari Ki Ronggo, 150 Guru PAI di Bondowoso Ziarah ke Makam dan Tanam Pohon Bersama

Dia berharap seluruh kegiatan yang diikuti anak-anaknya tetap membawa dampak positif dan membantu mereka berkembang.

Selama anak-anaknya menjalani kegiatan positif dan terus berkembang, hal tersebut sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. "Kalau harapannya, ya itu sih. Anak saya tumbuh dan berproses dengan bahagia,” pungkasnya. (ham/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
putri jatim 2026 modeling Talenta Muda Bondowoso