DABASAH, Radar Ijen – Tidak pernah terlintas dalam benak Kurniawati bahwa rutinitas menjalankan usaha dan menjaga kedisiplinan akan membawanya semakin dekat dengan Tanah Suci.
Kabar itu datang sebagai kejutan. Kurniawati bersama lima nasabah lainnya dari Sentra Solor 8, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, mendapat hadiah umrah gratis dari BTPN Syariah.
Bukan sekadar hadiah. Bagi Kurniawati, kesempatan tersebut menjadi penghargaan atas perjuangan yang selama ini dijalani sekaligus penyemangat untuk terus melangkah.
"Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mendapatkan apresiasi ini," ucap Kurniawati , Anggota Sentra Solor 8 yang merupakan salah satu nasabah BTPN Syariah dari Kecamatan Prajekan.
Baca Juga: Belajar Pengabdian dari Ki Ronggo, 150 Guru PAI di Bondowoso Ziarah ke Makam dan Tanam Pohon Bersama
Ada rasa haru di balik penghargaan itu. Sebab, usaha yang dijalani bukan hanya tentang mengejar penghasilan. Ada keluarga yang harus diperjuangkan dan masa depan yang harus dipersiapkan.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus mengembangkan usaha dan memberikan yang terbaik bagi keluarga. Saya merasa usaha dan perjuangan yang selama ini dilakukan dihargai," tuturnya.
Enam nasabah tersebut dipilih melalui program Umrah Satu Pesawat. Penghargaan diberikan kepada nasabah yang dinilai konsisten menjalankan prinsip BDKS: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu.
Baca Juga: Beda Pandangan di P-APBD Kabupaten Bondowoso, PKB Ingatkan Jangan Terjebak Pertentangan Politik
Bagi BTPN Syariah, prinsip tersebut bukan sekadar slogan. Nilai itu dibangun melalui pendampingan yang berjalan bersama aktivitas pembiayaan.
“Nasabah kami tumbuh dari semangat dan perilaku unggul yang mereka jalani setiap hari. Melalui kumpulan, mereka tidak hanya menabung atau mendapatkan pembiayaan, tetapi juga belajar, berbagi, dan saling menguatkan," kata Dwiyono Bayu Winantio, Direktur BTPN Syariah.
"Empat perilaku unggul yang dibangun yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS), merupakan kunci agar masyarakat inklusi semakin berdaya, tumbuh, dan bertahan dalam berbagai situasi,” imbuhnya.
Di sinilah hadiah umrah itu menemukan maknanya. Pemberian tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang pemberdayaan nasabah.
Nasabah tidak hanya memperoleh akses pembiayaan. Mereka juga mendapatkan pendampingan, pelatihan usaha, hingga literasi keuangan untuk membantu mengelola usaha dan keuangan keluarga.
Pemkab Bondowoso melihat pola pendampingan tersebut memberi dampak langsung bagi masyarakat. Sekretaris Daerah Bondowoso Fathorrozi mengapresiasi kehadiran BTPN Syariah yang tidak hanya memberikan pembiayaan. "Tidak hanya memberikan akses pembiayaan bagi masyarakat, tetapi juga secara konsisten melakukan pendampingan dan pelatihan usaha," ujarnya.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer, Sarana Cetak Pemimpin Bangsa, Membentuk Generasi Muda yang Disiplin dan Percaya
Dia berharap jangkauan program tersebut terus diperluas sehingga semakin banyak warga yang mampu mengembangkan usaha dan menjadi produktif.
Sementara itu, hadiah umrah tidak diberikan secara cuma-cuma. Ada proses seleksi yang harus dilewati para penerima. Kepala Pembiayaan BTPN Syariah Jatim 1 Area Bondowoso Joko Ibnu Susanto mengatakan, nasabah harus memenuhi sejumlah kriteria.
Di antaranya telah menjadi nasabah minimal tiga tahun, membayar angsuran tepat waktu, disiplin mengikuti Pertemuan Rutin Sentra, mampu menginspirasi lingkungan sekitar, serta menunjukkan pertumbuhan usaha.
Baca Juga: Sulit Adaptasi Ban Michelin, Brad Binder Resmi Tutup Karir MotoGP dan Hijrah ke BMW
“Kami ingin memastikan bahwa hadiah umrah ini benar-benar diberikan kepada nasabah yang tidak hanya tumbuh bersama BTPN Syariah, tetapi juga membawa dampak positif bagi sekitarnya," tegasnya.
"Ini bentuk apresiasi kami atas kedisiplinan, ketekunan, dan semangat nasabah dalam mewujudkan impiannya," tuturnya.
Enam nasabah itu kini memiliki satu perjalanan yang berbeda untuk dinantikan. Dari rutinitas usaha, pertemuan sentra, disiplin membayar angsuran, hingga saling menguatkan dengan sesama nasabah, langkah akhirnya bermuara pada sebuah hadiah yang sarat makna. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi