Kulit Kopi Disulap Jadi Produk Bernilai, DPKP Bondowoso Konsepkan Ekonomi Sirkular

Faqih Humaini • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 21:31 WIB
Salah satu peserta saat memaparkan produk yang berbahan limbah miliknya (DPKP Bondowoso)
Salah satu peserta saat memaparkan produk yang berbahan limbah miliknya (DPKP Bondowoso)

 

BONDOWOSO, Radar Jember  – Kulit kopi yang selama ini identik sebagai limbah produksi mulai dilirik sebagai bahan baku yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan kreativitas dan sentuhan teknologi, sisa pengolahan kopi tersebut dapat diolah menjadi beragam produk yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Potensi tersebut dinilai penting untuk dikembangkan mengingat produksi kopi di Bondowoso juga menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah cukup besar.

Jika tidak dikelola, limbah tersebut berpotensi menjadi persoalan lingkungan. Sebaliknya, pemanfaatan secara tepat dapat memperpanjang nilai ekonomi komoditas kopi sekaligus mendorong pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: 2.000 Drum Aspal Disiapkan, Jalan Desa Rusak Bakal Dipetakan 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Mulyadi, mengatakan pemanfaatan limbah kulit kopi harus mulai dikenalkan kepada masyarakat. Menurutnya, limbah yang selama ini kerap ditemukan berserakan justru memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

"Kami ingin mengedukasi masyarakat terkait dengan limbah. Kita tahu sendiri banyak limbah di jalan-jalan, terutama kulit kopi. Sehingga muncul inisiatif agar limbah kopi ini bisa bermanfaat dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai tambah," ujar Mulyadi, Rabu (2/9/2026).

Berbagai bentuk pemanfaatan kulit kopi pun mulai dikembangkan. Tidak hanya menjadi produk sederhana, sejumlah inovasi bahkan telah menyasar produk dengan nilai guna dan nilai jual lebih tinggi. Di antaranya tas, kosmetik seperti lipstik dan pelembap wajah, minuman hingga bahan yang dapat digunakan sebagai media seduh.

Baca Juga: Sejak 2009 Selalu Jadi Wacana, DPRD Bondowoso Minta Jogging Track Alun-Alun Tak Sekadar Dibangun

"Kalau dari seluruh peserta, semua produknya bermanfaat. Ada yang menjadi tas, kosmetika seperti lipstik dan pelembap wajah, ada yang menjadi minuman, ada juga yang menjadi media seduh," katanya.

Menurut Mulyadi, keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kulit kopi masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan menjadi produk turunan.

Upaya memperkenalkan potensi tersebut dilakukan DPKP Bondowoso melalui lomba inovasi pemanfaatan limbah kulit kopi dalam rangkaian Festival Kopi Nusantara.

Baca Juga: Jogging Track Alun-Alun Mendesak Dibangun, Sekda Bondowoso Sebut Utamakan Keselamatan Warga

Kegiatan itu diikuti sekitar 14 peserta hingga batas akhir pendaftaran. Pesertanya tidak hanya berasal dari Bondowoso, tetapi juga Jember dan Lumajang, dengan latar belakang masyarakat umum hingga akademisi dan kalangan pascasarjana.

Dalam lomba tersebut, peserta nantinya dipilih menjadi tiga inovasi terbaik. Meski belum secara otomatis mendapatkan fasilitasi pemasaran atau diarahkan masuk sektor UMKM, DPKP menilai hasil inovasi tersebut dapat menjadi bahan edukasi bagi masyarakat.

 "Ini mengedukasi masyarakat. Hasil lomba inovasi ini nanti kita sosialisasikan kepada masyarakat bahwa ini bukti dari limbah bisa menghasilkan hal yang lebih," pungkasnya. (faq)

 

 

Editor : Faqih Humaini
Pemkab Bondowoso Bondowoso dinas pertanian