Begini Langkah Disparbudpora Bondowoso Soal Kawu Kebakaran: Sudah Mulai Siapkan Sekat Pengaman

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:53 WIB
DICEGAH: Petugas Wisata Kawah Wuruh melakukan berbagai upaya untuk mencegah kebakaran.(DISPARBUDPORA BONDOWOSO)
DICEGAH: Petugas Wisata Kawah Wuruh melakukan berbagai upaya untuk mencegah kebakaran.(DISPARBUDPORA BONDOWOSO)

RADAR JEMBER - Kawah Wurung kembali dilanda kebakaran. Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan wisata di Kecamatan Ijen tersebut sudah tiga kali terbakar. Seluruh kejadian dilaporkan berlangsung pada sore hingga malam hari.

Meski api beberapa kali melalap vegetasi di sekitar kawasan, belum ada fasilitas wisata yang terdampak. Namun, kondisi tersebut membuat Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Disparbudpora Bondowoso Gede Budiawan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Pemerintah Desa Kalianyar untuk mengantisipasi kebakaran di kawasan wisata Ijen, khususnya Kawah Wurung.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Kawah Wurung di Bondowoso Kebakaran, Begini Kronologinya

Kebakaran terakhir berhasil dikendalikan dengan cara manual. Petugas memanfaatkan daun akasia untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran meluas. Sementara bantuan dari Medco lebih diarahkan pada mitigasi di sekitar jalur pengamanan pipa perusahaan.

"Untuk kami fokus kepada pemadaman api di area kami di seluruh Kawah Wurung, terutama yang mendekati fasilitas," katanya.

Menurut Gede, fasilitas wisata menjadi titik yang paling diwaspadai. Menara pandang, jalur hiking, hingga musala menjadi prioritas karena sebagian bangunannya menggunakan material kayu dan bersifat tidak permanen. Kondisi itu membuatnya lebih rentan apabila kobaran api mendekat.

Karena itu, Disparbudpora mulai membersihkan vegetasi kering di sekitar fasilitas. Area tersebut dipersiapkan sebagai ruang penyangga untuk memperlambat laju api apabila kebakaran kembali terjadi.

Evaluasi kondisi kawasan juga dilakukan secara rutin setiap pekan. Langkah tersebut penting karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September. "Setiap Minggu kita evaluasi kesana, terutama kaitannya dengan fasilitas-fasilitas kami yang ada di sana," ujarnya.

Tak hanya Kawah Wurung, titik api juga terpantau di sejumlah kawasan lain di wilayah Ijen. Beberapa hari sebelumnya, Kepala Desa Kalianyar melaporkan adanya titik api yang terlihat dari kawasan Bukit Kabare.

Gede menyebut penanganan kebakaran di tengah hutan bukan perkara mudah. Lokasi yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Disparbudpora berkoordinasi dengan Perhutani, Medco, BPBD, Damkar, serta pemangku wilayah setempat. Sinergi tersebut diperlukan agar titik api bisa segera ditangani sebelum mendekati fasilitas wisata maupun kawasan perkebunan.

Pada kejadian terakhir, kobaran api yang sempat membesar akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.50 WIB. Disparbudpora kini memperketat pemantauan untuk memastikan tidak muncul titik api baru di sekitar fasilitas wisata Kawah Wurung. (ham)

Editor : M. Ainul Budi
berita bondowoso kawu kebakaran Kawah wurung Disparbudpora Bondowoso