RADAR JEMBER – Gunung Piramid di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menjadi salah satu destinasi favorit para pencinta alam karena menawarkan panorama yang indah dan jalur pendakian yang menantang.
Namun, di balik pesonanya, gunung dengan ketinggian sekitar 1.521 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini justru tidak direkomendasikan bagi pendaki pemula karena memiliki tingkat risiko yang tinggi.
Tidak seperti gunung lain yang memiliki jalur pendakian relatif landai, Gunung Piramid didominasi tanjakan terjal dan punggungan sempit yang dikenal sebagai "Punggung Naga".
Di beberapa titik, jalur hanya memiliki lebar sekitar 40–60 sentimeter dengan jurang menganga di sisi kiri dan kanan, sehingga membutuhkan keseimbangan, fokus, serta pengalaman mendaki yang memadai.
Selain kondisi jalur, perubahan cuaca di Gunung Piramid juga menjadi tantangan tersendiri. Kabut tebal kerap turun secara tiba-tiba dan mengurangi jarak pandang pendaki.
Saat hujan, permukaan tanah dan bebatuan menjadi licin sehingga meningkatkan risiko terpeleset, terutama di jalur yang memiliki kemiringan tajam.
Sejumlah insiden yang pernah terjadi semakin menguatkan alasan mengapa gunung ini tidak disarankan untuk pendaki pemula.
Pada 2019, pendaki remaja Thoriq Rizki Maulidan dilaporkan hilang dan ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang.
Baca Juga: Ini Kronologi Waktu Lengkapnya Dua Pendaki Jatuh di Tebing Puncak Piramid Bondowoso
Sementara pada Agustus 2026, dua pendaki kembali ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh di jalur pendakian.
Ketua Tim SAR Basarnas, Jefri, menyampaikan dugaan awal terkait insiden yang menimpa dua pendaki pada Agustus 2026.
"Dugaan kami keduanya jatuh secara berbarengan. Mungkin saat keduanya saling berpegangan, lalu jatuh bareng." Ujar Jefri, 4 Agustus 2026.
Sementara itu, proses evakuasi korban menunjukkan betapa sulitnya medan Gunung Piramid.
Tim penyelamat harus menggunakan teknik vertical rescue karena lokasi korban berada di lereng yang curam.
Pengalaman serupa juga pernah disampaikan Komandan Tim Operasi Pos Basarnas Jember saat evakuasi Thoriq pada 2019.
"Setelah berhasil dievakuasi dari dasar tebing, selanjutnya jenazah Thoriq dipersiapkan untuk proses evakuasi menuju Pos 2 dan dilanjutkan ke Pos 1." Rudy Prahara, Komandan Tim Operasi Pos Basarnas Jember, 6 Juli 2019.
Menurut para pegiat alam, Gunung Piramid lebih cocok didaki oleh mereka yang telah memiliki pengalaman di jalur ekstrem.
Pendaki juga disarankan membawa perlengkapan keselamatan yang memadai, seperti sepatu gunung dengan daya cengkeram baik, helm, sarung tangan, serta mendaki dalam kondisi cuaca yang cerah.
Selain kemampuan teknis, pendaki juga harus memperhatikan kondisi fisik dan mental.
Rasa panik saat melintasi jalur sempit dapat mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Karena itu, pendaki pemula dianjurkan untuk terlebih dahulu menambah pengalaman di gunung dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah sebelum mencoba menaklukkan Gunung Piramid.
Meski memiliki panorama alam yang memukau, Gunung Piramid menyimpan tantangan yang tidak boleh diremehkan.
Berbagai insiden yang pernah terjadi menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Persiapan yang matang, pengalaman yang cukup, serta kepatuhan terhadap prosedur pendakian menjadi kunci agar perjalanan menuju puncak dapat berlangsung dengan aman.
Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy
Editor : M. Ainul Budi