Kisah Thoriq, Tragedi Pendaki Remaja yang Mengubah Wajah Pendakian Gunung Piramid Bondowoso

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 16:26 WIB
Potret Mendiang Thoriq Rizki Maulidan (instagram.com/thoriq_rizky33)
Potret Mendiang Thoriq Rizki Maulidan (instagram.com/thoriq_rizky33)

RADAR JEMBER – Nama Thoriq Rizki Maulidan menjadi bagian dari sejarah Gunung Piramid, Bondowoso. 

Tragedi yang menimpa pelajar berusia 15 tahun itu pada 2019 membuka mata banyak pihak mengenai tingginya risiko jalur pendakian gunung yang dikenal memiliki punggungan sempit dan jurang curam di kedua sisinya.

Thoriq merupakan pelajar kelahiran Sidoarjo yang mendaki Gunung Piramid bersama tiga rekannya pada 23 Juni 2019. 

Baca Juga: Jejak Korban di Gunung Piramid Bondowoso, Pendaki hingga Pemandu yang Kehilangan Nyawa di Jalur Ekstrem

Mereka tiba di puncak pada sore hari dan berencana menikmati matahari terbenam. 

Namun, cuaca berubah drastis ketika kabut tebal turun sehingga rombongan memutuskan segera turun menggunakan penerangan seadanya dari telepon genggam. 

Saat perjalanan turun, Thoriq berjalan lebih dulu dan akhirnya terpisah dari rombongan hingga dinyatakan hilang. 

Pencarian besar-besaran melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar. 

Baca Juga: Fakta dari Tragedi Dua Pendaki yang Jatuh dari Gunung Piramid Bondowoso: Empat Jam Turunkan Jenazah

Operasi SAR sempat dihentikan sesuai prosedur setelah beberapa hari tidak membuahkan hasil. 

Namun, atas permintaan keluarga dan inisiatif sejumlah relawan, pencarian kembali dilanjutkan hingga akhirnya jasad Thoriq ditemukan pada 5 Juli 2019 di jurang sisi selatan jalur pendakian atau kawasan yang dikenal sebagai "Punggung Naga". 

Evakuasi dilakukan keesokan harinya karena medan yang sangat ekstrem. 

Komandan Tim Operasi Pos Basarnas Jember, Rudy Prahara, menggambarkan sulitnya proses evakuasi korban.

"Setelah berhasil dievakuasi dari dasar tebing, selanjutnya jenazah Thoriq dipersiapkan untuk proses evakuasi menuju ke Pos 2 dan dilanjutkan ke titik evakuasi di Pos 1." (6 Juli 2019). 

Temuan lokasi jasad Thoriq juga memberikan petunjuk mengenai penyebab kecelakaan yang dialaminya.

 Anggota Tim Wanadri, Eko Wahyu Prasetyo, menyebut kondisi medan menjadi faktor utama.

"Melihat dari terjalnya medan tempat ditemukannya survivor, diduga survivor terjatuh dan terperosok lalu tersangkut di batang pohon." (5 Juli 2019). 

Kasus Thoriq menjadi titik balik dalam pembahasan keselamatan pendakian di Gunung Piramid. 

Jalur yang hanya memiliki lebar sekitar 40 sentimeter di beberapa titik, dengan jurang ratusan meter di sisi kiri dan kanan, dinilai tidak cocok bagi pendaki pemula. 

Tragedi tersebut juga mendorong evaluasi terhadap pengawasan, perizinan, serta edukasi keselamatan bagi para pendaki yang ingin menaklukkan gunung tersebut. 

Hingga kini, nama Thoriq masih sering disebut setiap kali terjadi insiden di Gunung Piramid. 

Peristiwa yang menimpanya menjadi pengingat bahwa keindahan alam harus diimbangi dengan kewaspadaan, persiapan matang, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan selama melakukan pendakian. 

 

Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy

Editor : M. Ainul Budi
mitos gunung piramid thoriq gunung piramid pendaki gunung piramid Gunung Piramid Bondowoso