CURAHDAMI, Radar Ijen - Operasi pencarian dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, akhirnya tuntas. Setelah berjam-jam berjibaku di medan terjal, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi kedua jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.
On Scene Coordinator (OSC) Basarnas Jember, Jefriansyah, mengatakan proses evakuasi berjalan lancar berkat sinergi Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Ini Kronologi Waktu Lengkapnya Dua Pendaki Jatuh di Tebing Puncak Piramid Bondowoso
Korban pertama, Irfan, 35, warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, berhasil dievakuasi dari puncak tertinggi menuju titik aman menggunakan teknik lowering sekitar pukul 13.00 WIB. Selanjutnya, sekitar pukul 15.30 WIB, tim SAR juga berhasil mengevakuasi korban kedua, Maliya Finda, 51, warga Surabaya, menuju titik aman di ketinggian sekitar 900 meter.
Dari titik tersebut, kedua jenazah kemudian dievakuasi secara estafet hingga Pos 1 sebelum diberangkatkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso pada pukul 19.40 WIB. "Alhamdulillah pukul 19.40 kedua korban berhasil dievakuasi dari Pos 1 menuju Rumah Sakit Bhayangkara,"ujarnya.
Menurut dia, tantangan terbesar selama operasi berasal dari karakteristik medan Gunung Piramid yang sangat curam dengan kemiringan hampir mencapai 90 derajat.
Kondisi tersebut membuat tim harus menerapkan teknik lowering agar proses evakuasi berlangsung aman.
"Medannya cukup curam dengan karakteristik yang sangat ekstrem," katanya.
Dalam operasi tersebut, tim SAR membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan total hampir 100 personel.
Mereka ditempatkan di sejumlah titik sepanjang jalur evakuasi untuk melakukan estafet pengangkutan jenazah dari titik aman hingga Pos 1.
Proses membawa kedua korban dari titik aman menuju Pos 1 memakan waktu hampir empat jam.
Dengan berhasil dievakuasinya kedua korban, Basarnas mengusulkan operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke instansi masing-masing.
Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan kedua jenazah selanjutnya menjalani proses identifikasi oleh tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara sebelum diserahkan kepada keluarga.
Selain jenazah, kepolisian juga akan menyerahkan barang-barang milik korban yang ditemukan selama proses pencarian, termasuk sebuah tas beserta isinya.
Dia juga menyebut, pihak keluarga telah meminta pengawalan kepolisian, selama proses pemulangan jenazah menuju rumah duka dan permintaan tersebut akan dipenuhi.
"Kalau memang sudah ada permintaan dari keluarga, nanti akan kami berikan pengawalan agar proses pemulangan jenazah menuju rumah duka dapat berjalan dengan aman," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi