BONDOWOSO, Radar Jember – Aspirasi warga dalam kegiatan reses Ketua Fraksi Golkar DPRD Bondowoso, Kukuh Rahardjo, didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur. Mulai dari perbaikan jalan hingga saluran drainase menjadi usulan paling krusial yang diminta warga untuk segera ditindaklanjuti.
Kukuh menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pihaknya memang memfokuskan program pada sektor infrastruktur. Pada tahun ini, sejumlah usulan warga sudah direalisasikan, seperti pembangunan saluran drainase sekaligus trotoar di Jalan Saliwiryo Pranowo, drainase di wilayah Lojajar, serta pembangunan akses jalan menuju Curahdami.
Baca Juga: Ini Kronologi Waktu Lengkapnya Dua Pendaki Jatuh di Tebing Puncak Piramid Bondowoso
Menurutnya, prioritas tersebut akan tetap berlanjut pada tahun anggaran 2027. Infrastruktur, khususnya jalan dan drainase, menjadi perhatian utama karena kerusakan jalan kerap dipicu oleh sistem drainase yang tidak memadai. Saat hujan, air yang tidak tertampung dengan baik akan mengalir ke badan jalan dan mempercepat kerusakan.
“Karena itu, kita dorong agar setiap usulan jalan juga disertai dengan drainase. Supaya pembangunan lebih efektif dan tidak cepat rusak,” ujar Kukuh.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sektor pemberdayaan masyarakat tetap mendapat perhatian. Program di bidang UMKM, pertanian, dan peternakan tetap berjalan, namun dilakukan secara lebih selektif. Proporsi kebijakan saat ini diarahkan sekitar 60 persen untuk infrastruktur dan 40 persen untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Tembus Pasar JFC Dan BEC! Kreativitas Perajin Bondowoso Ini Banjir Ratusan Pesanan Ornamen Karnaval
Kukuh menyebut, untuk sektor pemberdayaan, pihaknya mendorong bantuan yang benar-benar tepat sasaran. Bantuan tidak lagi difokuskan untuk menciptakan usaha baru, melainkan meningkatkan kapasitas usaha yang sudah berjalan agar bisa naik kelas.
“Kalau usaha baru, tingkat keberhasilannya masih kecil. Jadi kita arahkan bantuan untuk pelaku usaha yang sudah berjalan, misalnya membantu peralatan atau rombong agar penjualannya meningkat,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut dari setiap bantuan yang diberikan. Pemerintah daerah melalui dinas terkait diminta tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan monitoring dan pendampingan secara berkala agar perkembangan usaha bisa terukur.
“Kalau hasilnya bagus, bisa jadi percontohan. Kalau tidak berhasil, ya harus dievaluasi dan tidak dilanjutkan dengan pola yang sama,” tegasnya.
Dalam kegiatan reses tersebut, Kukuh juga menggelar santunan kepada anak yatim di sekitar lokasi. Meski bersifat pribadi, kegiatan itu menjadi bagian dari kepedulian sosial terhadap masyarakat setempat, dengan jumlah penerima sekitar 10 anak.
Ke depan, Kukuh berharap program pembangunan dan pemberdayaan bisa semakin tepat sasaran di tengah keterbatasan anggaran. Ia menegaskan, baik di tingkat fraksi maupun komisi, pihaknya akan terus mendorong optimalisasi program agar benar-benar berdampak bagi masyarakat. (faq)
Editor : Faqih Humaini