radar jember - PROSES evakuasi dua korban meninggal dunia yakni Survivor Maliya Finda dan guide lokal Irfan Nasrul Laili di Gunung Piramid tak hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga dihadapkan pada kondisi medan yang ekstrem. Tim SAR dan aparat gabungan memilih jalur bawah atau lembah sebagai rute utama evakuasi demi meminimalkan risiko di jalur punggungan yang sempit dan curam.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan tim. Jalur atas dinilai terlalu berbahaya karena kontur tebing terjal dengan pijakan terbatas serta potensi angin kencang yang bisa mengganggu keseimbangan.
“Evakuasi kami arahkan melalui bawah. Kondisi tebing sangat curam, sehingga salah satu korban harus melalui proses lowering untuk diturunkan ke titik aman sebelum dilanjutkan,” ujarnya.
Menurutnya, metode lowering menjadi pilihan utama di titik-titik kritis. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi karena posisi korban berada di lereng dengan kemiringan cukup tajam. Setelah berhasil diturunkan, jenazah kemudian dibawa secara estafet oleh tim SAR menuju jalur evakuasi yang lebih landai.
Hingga kemarin (4/8) sore, progres evakuasi menunjukkan perkembangan signifikan.
Salah satu jenazah telah berhasil diturunkan dari lereng dan berada di jalur bawah. Sementara itu, tim lain masih melakukan penanganan terhadap korban kedua dengan metode serupa.
Untuk mempercepat penanganan lanjutan, ambulans disiagakan di sekitar Pos 1.
Setelah seluruh proses estafet selesai, kedua jenazah akan langsung dibawa ke RS Bhayangkara guna pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Target kami malam itu evakuasi tuntas. Setelah pemeriksaan di rumah sakit, kemungkinan jenazah langsung dipulangkan karena dari pihak keluarga tidak menghendaki autopsi,” jelasnya.
Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko jalur pendakian Gunung Piramid. Dengan karakter medan sempit dan tebing curam, setiap proses evakuasi membutuhkan strategi khusus. BPBD pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di jalur tersebut demi menghindari kejadian serupa. (faq/bud)
KRONOLOGI KEJADIAN DUA PENDAKI GUNUNG PIRAMID
(Minggu–Rabu 2–5 Agustus 2026)
1. Minggu, 2 Agustus 2026 | ± Pukul 07.00 WIB. Dua pendaki, Irfan Nasrul Lalili (35) dan Maliya Finda (51), memulai perjalanan menuju Gunung Piramid.
2. Minggu, 2 Agustus 2026 | ± Pukul 10.00 WIB. Keduanya memasuki jalur punggungan sempit dengan lebar sekitar ±70 cm.
3. Minggu, 2 Agustus 2026 | ± Pukul 12.00 WIB (Perkiraan). Korban diduga terjatuh ke jurang saat berada di jalur menuju puncak.
4. Minggu, 2 Agustus 2026 | ± Pukul 13.00 WIB (Perkiraan). Keduanya mulai hilang kontak dan tidak dapat dihubungi.
Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Piramid Bondowoso Dikenal Ekstrem, Terkenal dengan Punggung Naganya
5. Minggu, 2 Agustus 2026 | ± Pukul 16.00 WIB (Perkiraan). Laporan kehilangan disampaikan kepada pihak berwenang.
6. Senin, 3 Agustus 2026 | Pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan memulai pencarian di kawasan Gunung Piramid.
7. Selasa, 4 Agustus 2026 | Pukul 12.13 WIB. Kedua pendaki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
8. Selasa, 4 Agustus 2026 | ± Pukul 12.30 WIB. Lokasi penemuan berada di dasar jurang kedalaman ±60 meter, sekitar 170 meter dari titik jatuh.
9. Rabu 5 Agustus 2026 | Sore–Malam Hari. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap hingga selesai dan jenazah dipersiapkan untuk dipulangkan.
Editor : M. Ainul Budi