RADAR JEMBER - Di balik kabar duka meninggalnya dua pendaki di Gunung Piramid, Bondowoso, terselip sosok Irfan Nasrul Laili.
Pria berusia 35 tahun asal Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, itu dikenal sebagai pemandu (guide) lokal yang mendampingi pendaki saat menjelajahi jalur Gunung Piramid.
Dalam pendakian terakhirnya, Irfan mendampingi Maliya Finda (51), pendaki asal Wonokromo, Surabaya, hingga keduanya dilaporkan hilang dan akhirnya ditemukan meninggal dunia di dasar tebing.
Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Piramid Bondowoso Dikenal Ekstrem, Terkenal dengan Punggung Naganya
Perjalanan itu bermula ketika Irfan dan Maliya memulai pendakian pada Sabtu (2/8). Sebelum memasuki jalur pendakian, keduanya menitipkan sepeda motor Yamaha NMAX berwarna merah di rumah warga sekitar.
Namun, hingga dua hari kemudian kendaraan tersebut belum juga diambil.
Kondisi itu menimbulkan kecurigaan warga karena pendakian Gunung Piramid umumnya dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari sehari, sehingga laporan segera diteruskan kepada aparat dan tim SAR gabungan.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), relawan, serta unsur lainnya.
Baca Juga: Mitos Gunung Piramid Bondowoso, Kisah Pantangan hingga Penunggu yang Masih Dipercaya Warga
Pada Selasa (4/8) sekitar pukul 12.13 WIB, tim SAR akhirnya menemukan Irfan dan Maliya di dasar tebing dengan kedalaman sekitar 60 meter.
Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 170 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi terjatuh.
Sebagai seorang guide lokal, Irfan menjalankan peran penting dalam mendampingi pendaki melewati jalur Gunung Piramid yang dikenal memiliki medan terjal dan sempit, termasuk kawasan Punggung Naga.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai latar belakang, pengalaman mendaki, maupun perjalanan Irfan sebagai pemandu.
Informasi yang dipublikasikan sejauh ini hanya menyebut identitasnya sebagai guide asal Kecamatan Wonosari yang mendampingi Maliya dalam pendakian tersebut.
Kepergian Irfan menjadi duka tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi dunia pendakian di Bondowoso.
Tragedi yang menimpa dirinya bersama Maliya Finda menjadi pengingat bahwa jalur Gunung Piramid menyimpan tingkat kesulitan tinggi sehingga setiap pendakian memerlukan persiapan matang, kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
Penulis : Siti Roihani
Editor : M. Ainul Budi