Jalur Pendakian Gunung Piramid Bondowoso Dikenal Ekstrem, Terkenal dengan Punggung Naganya

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:25 WIB
DIPUNCAK: Tim survei Bukit Piramid saat melakukan survei di titik pucak.
DIPUNCAK: Tim survei Bukit Piramid saat melakukan survei di titik pucak.

RADAR JEMBER - Gunung Piramid yang berada di Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, menjadi salah satu destinasi favorit para pencinta alam. 

Dengan ketinggian sekitar 1.521 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menawarkan panorama perbukitan yang memukau. 

Namun, jalur pendakiannya dikenal sebagai salah satu yang paling menantang di Jawa Timur.

Tantangan utama Gunung Piramid terletak pada jalur punggungan sempit yang populer dengan sebutan "Punggung Naga". 

Baca Juga: Mitos Gunung Piramid Bondowoso, Kisah Pantangan hingga Penunggu yang Masih Dipercaya Warga

Pada beberapa titik, jalur tersebut hanya memiliki lebar sekitar 30 hingga 60 sentimeter dengan jurang curam di sisi kanan dan kiri. 

Kondisi ini mengharuskan pendaki berjalan dengan sangat hati-hati karena satu langkah yang keliru dapat berakibat fatal.

Selain jalurnya yang sempit, medan pendakian juga didominasi tanjakan terjal dengan kemiringan tinggi. 

Baca Juga: Ini Sosok Maliya Finda, Pendaki Berusia 51 Tahun yang Perjalanannya Berakhir Tragis di Gunung Piramid

Beberapa bagian memiliki permukaan tanah yang gembur dan berbatu sehingga menjadi licin, terutama setelah hujan. Kondisi tersebut membuat risiko terpeleset semakin besar, terutama bagi pendaki yang belum berpengalaman.

Faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. 

Kabut tebal kerap turun secara tiba-tiba dan membatasi jarak pandang pendaki. 

Angin kencang yang berembus di sepanjang jalur punggungan dapat mengganggu keseimbangan, terutama ketika melintasi bagian yang terbuka tanpa pepohonan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Piramid beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan pendaki. 

Sebagian besar insiden dipengaruhi oleh kombinasi medan ekstrem, kurangnya pengalaman, kondisi fisik yang tidak prima, serta kelalaian dalam mematuhi prosedur keselamatan. 

Karena itu, gunung ini tidak direkomendasikan bagi pendaki pemula yang belum memiliki pengalaman menghadapi jalur berisiko tinggi.

Para pegiat alam menyarankan agar pendaki menggunakan perlengkapan yang sesuai, seperti sepatu gunung dengan daya cengkeram yang baik, membawa perbekalan yang cukup, serta tidak memaksakan diri apabila kondisi cuaca memburuk. 

Pendakian juga sebaiknya dilakukan secara berkelompok agar lebih aman jika terjadi keadaan darurat.

Selain kesiapan fisik dan perlengkapan, pendaki diimbau untuk selalu mengikuti arahan pengelola jalur pendakian dan tidak mengambil jalur alternatif yang belum dipastikan keamanannya. 

Kesadaran akan risiko menjadi kunci utama dalam mengurangi potensi kecelakaan di gunung ini.

Dengan keindahan alam yang dimiliki, Gunung Piramid tetap menjadi destinasi yang menarik untuk dijelajahi. 

Namun, pesona tersebut harus diimbangi dengan kewaspadaan dan persiapan yang matang. 

Bagi para pendaki, menaklukkan Gunung Piramid bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga memastikan seluruh perjalanan dilakukan dengan aman dan bertanggung jawab.

 

Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy

 

Editor : M. Ainul Budi
maliya finda gunung piramid bondowoso pendaki bondowoso Gunung Piramid Bondowoso