Ini Sosok Maliya Finda, Pendaki Berusia 51 Tahun yang Perjalanannya Berakhir Tragis di Gunung Piramid

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:22 WIB
Korban Maliya Finda (Instagram Maliya Finda)
Korban Maliya Finda (Instagram Maliya Finda)

 

RADAR JEMBER - Nama Maliya Finda menjadi perhatian publik setelah perempuan berusia 51 tahun asal Kecamatan Wonokromo, Surabaya, itu ditemukan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Bondowoso. 

Maliya mendaki bersama pemandu lokal, Irfan Nasrul Laili (35), warga Kecamatan Wonosari, Bondowoso. 

Keduanya ditemukan di dasar tebing setelah sempat dilaporkan hilang kontak.

Berdasarkan informasi dari tim SAR, Maliya dan Irfan memulai pendakian pada Minggu (2/8). 

Baca Juga: Tragedi Berulang di Piramid, DPRD Dorong Pengelolaan Wisata Ekstrem Berbasis Ecotourism

Sebelum mendaki, keduanya menitipkan sepeda motor Yamaha NMAX berwarna merah di rumah warga sekitar jalur pendakian. 

Kecurigaan muncul ketika hingga Senin (3/8) sore kendaraan tersebut belum diambil, padahal jalur pendakian Gunung Piramid umumnya dapat ditempuh pulang-pergi dalam waktu sekitar delapan jam. 

Laporan itu kemudian diteruskan kepada aparat dan menjadi awal operasi pencarian.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), relawan, serta sejumlah unsur lainnya. 

Setelah dilakukan penyisiran, tim SAR gabungan menemukan kedua korban pada Selasa (4/8) sekitar pukul 12.13 WIB. 

Baca Juga: DPRD Bondowoso Soroti Status Pendakian Gunung Piramid? Harus Ada Ketegasan dan Evaluasi Menyeluruh

Maliya dan Irfan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar tebing dengan kedalaman sekitar 60 meter, sekitar 170 meter dari lokasi yang diduga menjadi titik kejadian.

Proses evakuasi tidak berjalan mudah, Medan di kawasan Punggung Naga Gunung Piramid yang sempit dan curam membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati. 

Hingga Selasa petang, evakuasi belum dapat diselesaikan karena kondisi mulai gelap dan berisiko terhadap keselamatan personel. 

Basarnas kemudian memutuskan menghentikan sementara proses evakuasi dan melanjutkannya pada Rabu (5/8).

Di balik tragedi tersebut, sosok Maliya Finda menyita perhatian karena tetap menjalani aktivitas pendakian di usia 51 tahun. 

Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai latar belakang maupun pengalaman pendakiannya. 

Yang dapat dipastikan, perjalanan Maliya ke Gunung Piramid menjadi pendakian terakhirnya. 

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jalur pendakian dengan karakter tebing curam seperti Gunung Piramid menuntut kesiapan, kewaspadaan, serta penerapan prosedur keselamatan secara maksimal bagi setiap pendaki, tanpa memandang usia.

Penulis : Siti Roihani

Editor : M. Ainul Budi
berita bondowoso maliya finda pendaki maliya finda Gunung Piramid Bondowoso