BONDOWOSO, Radar Jember – Aktivitas pendakian di Gunung Saeng dan Gunung Piramid hingga kini masih ditutup. Perhutani KPH Bondowoso memastikan, kebijakan yang diterapkan sejak tahun 2019 tersebut tetap berlaku karena mempertimbangkan faktor keselamatan pendaki.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa larangan pendakian didasarkan pada tingkat risiko yang tinggi di jalur tersebut. Hingga saat ini, dua surat edaran terkait pelarangan pendakian masih berlaku dan belum dicabut.
“Memang bagi semua pendaki saya larang. Bukan menutup permanen, namun karena pendakiannya sangat ekstrem dan membahayakan,” ujarnya.
Baca Juga: Terjatuh ke Jurang 60 Meter, Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal
Menurut Munir, jalur pendakian di Gunung Saeng dan Piramid memiliki karakteristik yang tidak biasa dan tergolong wisata minat khusus. Kondisi ini membuat jalur tersebut tidak bisa disamakan dengan jalur pendakian gunung pada umumnya.
Ia menyebut, sebelumnya sempat ada pihak yang berkeinginan mengelola jalur pendakian tersebut. Namun Perhutani meminta agar dilakukan kajian menyeluruh terlebih dahulu sebelum dibuka kembali.
“Dulu sempat ada yang mau mengelola. Saya minta dianalisis dulu kesiapan, fasilitas, hingga keamanan dan kenyamanan pendaki. Karena ini wisata minat khusus,” tegasnya.
Baca Juga: DPRD Bondowoso Soroti Status Pendakian Gunung Piramid? Harus Ada Ketegasan dan Evaluasi Menyeluruh
Munir juga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok sadar wisata (pokdarwis), agar tidak membuka akses pendakian secara mandiri. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan potensi wisata.
“Kalau memaksa, harus menggunakan tenaga profesional. Bagi masyarakat umum tidak boleh memaksakan diri,” katanya.
Ia menggambarkan kondisi jalur di punggung gunung yang sangat sempit, dengan lebar hanya sekitar 70 sentimeter. Kondisi ini sangat berisiko, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang.
“Orang sehat saja ketika sampai di atas bisa pusing atau kehilangan keseimbangan. Apalagi jika diterpa angin kencang seperti saat ini, tentu sangat berbahaya,” jelasnya.
Baca Juga: Evakuasi Korban Gunung Piramid Dilanjutkan Esok Pagi , Medan Ekstrem Jadi Kendala
Perhutani berharap masyarakat dapat mematuhi kebijakan penutupan tersebut demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Munir menegaskan, keselamatan jiwa harus menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan melakukan pendakian di jalur ekstrem seperti Gunung Saeng dan Piramid.
Sebagai informasi, Gunung Piramid telah ditutup oleh Perhutani KPH Bondowoso sejak tragedi pendaki Thoriq pada 2019 lalu. Saat itu, Thoriq dilaporkan tersesat di jalur pendakian yang dikenal ekstrem, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian selama beberapa hari. Peristiwa tersebut menjadi salah satu dasar kuat bagi Perhutani untuk memperketat dan menutup aktivitas pendakian demi mencegah kejadian serupa terulang. (faq)
Editor : Faqih Humaini