BONDOWOSO, Radar Ijen – Duka kembali menyelimuti Gunung Piramid. Dua pendaki yang dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di titik yang sama dengan lokasi ditemukannya mendiang Thoriq pada 2019 silam, tepatnya di kawasan Punggung Naga.
Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyampaikan bahwa korban atas nama Maliya Finda, 51, warga Surabaya, dan Irfan Nasrul Lalili, 34, warga Bondowoso, ditemukan Selasa (4/8) sekitar pukul 11.30 hingga 12.30 WIB. Keduanya berada di jurang dengan kedalaman kurang lebih 60 meter, dengan jarak sekitar lima meter antar korban.
“Lokasinya di Punggung Naga, tidak jauh bahkan bisa dikatakan di titik yang sama dengan lokasi ditemukannya almarhum Thoriq beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Baca Juga: Terjatuh ke Jurang 60 Meter, Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal
Seperti diketahui, pada 2019, pendaki remaja Thoriq Rizki Maulidan juga ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Piramid setelah sempat dinyatakan hilang selama beberapa hari. Korban saat itu ditemukan di area tebing curam dan sulit dijangkau di jalur Punggung Naga.
Baca Juga: DPRD Bondowoso Soroti Status Pendakian Gunung Piramid? Harus Ada Ketegasan dan Evaluasi Menyeluruh
Kristianto menjelaskan, setelah penemuan, tim gabungan langsung melakukan penanganan awal dengan membungkus jenazah. Namun, proses evakuasi belum bisa dilakukan karena medan yang ekstrem dan membutuhkan perlengkapan khusus.
“Medannya sangat terjal, sehingga kami harus mendatangkan peralatan tambahan dari Basarnas Banyuwangi. Hari ini fokus persiapan, kemungkinan besok alat sudah tiba di lokasi,” jelasnya.
Rencananya, evakuasi akan dilakukan Rabu (5/8) mulai pukul 07.00 WIB. Proses pengangkatan jenazah dilakukan secara estafet menuju Pos 2, kemudian dibawa ke bawah menggunakan mobil jenazah dan langsung dirujuk ke RS Bhayangkara.
Sementara itu, tim gabungan bersama relawan memutuskan bermalam di sekitar lokasi penemuan guna memaksimalkan tenaga untuk proses evakuasi.
“Kami siapkan semuanya agar besok proses evakuasi bisa berjalan maksimal,” tambahnya.
Dari keterangan keluarga, kedua korban diketahui merupakan pendaki berpengalaman. Korban perempuan disebut cukup sering mendaki, sementara korban laki-laki juga terbiasa mendampingi pendaki sebagai porter maupun pemandu di jalur ekstrem Gunung Piramid.
Editor : Faqih Humaini