Perum BULOG Kantor Cabang Bondowoso Mulai Awasi Ketat Harga Minyak dan Beras di Pasar

Faqih Humaini • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:39 WIB
MENINJAU: Sejumlah pihak saat mengecek harga beras dan minyak di Pasar Induk Bondowoso
MENINJAU: Sejumlah pihak saat mengecek harga beras dan minyak di Pasar Induk Bondowoso

Radar Ijen – Perum BULOG Kantor Cabang Bondowoso mulai mengencangkan pengawasan harga pangan di pasar. Bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), petugas turun langsung memastikan harga minyak goreng dan beras tetap sesuai ketentuan di tengah potensi gejolak harga.

Pemimpin Cabang BULOG Bondowoso Eko Yudi Miranto menjelaskan, pihaknya akan mengantisipasi jika terjadi lonjakan kebutuhan beras dan minyak. “Stok beras medium masih sangat mencukupi. Pengawasan terus kami lakukan agar tidak ada celah yang menyebabkan harga naik di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Aplikasi Sirama Didorong Jadi Solusi Layanan Cepat, Urus Dokumen Kependudukan di Bondowoso Kini Bisa Sehari Selesai

Pengawasan tersebut dipimpin langsung oleh Eko Yudi Miranto dengan menyisir sejumlah pasar tradisional. Fokus pemantauan diarahkan pada komoditas strategis seperti Minyak Kita dan beras medium yang selama ini menjadi perhatian masyarakat karena rentan mengalami fluktuasi harga.

Dari hasil monitoring, harga Minyak Kita masih berada di level Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat mengingat distribusi minyak goreng rakyat tersebut kerap menjadi celah terjadinya penyimpangan di tingkat lapangan.

Selain minyak goreng, harga beras medium juga terpantau stabil. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih dijual Rp 62.500 per kemasan 5 kilogram atau setara Rp 12.500 per kilogram, sesuai ketentuan pemerintah.

Baca Juga: Tahun ini Panen Anjlok 60 Persen, Kopi Arabica Khas Bondowoso Justru Makin Diburu

Eko menambahkan, ketersediaan beras di wilayah Bondowoso dan Situbondo dalam kondisi aman. Namun, pihaknya tidak ingin lengah terhadap potensi gangguan distribusi yang bisa berdampak pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

Penyaluran beras SPHP sendiri dilakukan melalui berbagai saluran resmi, mulai dari pasar mitra BULOG, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga ritel modern seperti KDS, Murni Mart, dan Roxy Situbondo. Jalur distribusi ini diharapkan mampu menekan potensi permainan harga oleh oknum pedagang.

Pengawasan bersama Diskoperindag ini menjadi langkah antisipatif menjaga stabilitas pangan daerah. Pemerintah dan BULOG tidak hanya dituntut memastikan stok tetap aman, tetapi juga mengawal distribusi agar tepat sasaran, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga wajar. (faq)

Editor : M. Ainul Budi
berita bondowoso perum bulog Bondowoso hari ini Bondowoso