WRINGIN, Radar Ijen – Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 beberapa hari lalu dimaknai sebagai pengingat pentingnya pemenuhan hak anak, terutama dalam aspek kesehatan dan tumbuh kembang. Salah satu yang kembali ditegaskan adalah pentingnya khitan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan anak sejak dini.
Khitan tidak hanya dipandang sebagai bagian dari ajaran agama, tetapi juga memiliki manfaat medis yang signifikan. Prosedur ini dinilai mampu membantu menjaga kebersihan organ reproduksi serta mengurangi risiko infeksi, sehingga menjadi bagian dari upaya preventif dalam kesehatan anak.
Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i mengatakan, perhatian terhadap kesehatan anak harus menjadi prioritas bersama. “Selain bagian dari syariat, khitan juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan dan kebersihan anak-anak,” ujarnya, kemarin (28/7).
Menurut dia, HAN menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan yang berpihak kepada anak. Anak, kata dia, berhak tumbuh dalam kondisi sehat, mendapatkan perlindungan, serta akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan hak anak. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat diharapkan memiliki peran aktif agar layanan kesehatan anak dapat semakin mudah diakses dan merata.
Baca Juga: Pemkab Bondowoso Borong Empat Penghargaan Nasional, Buah Gotong Royong Membangun Keluarga
Upaya tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kualitas generasi ke depan. Anak yang sehat sejak dini diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang produktif, cerdas, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Dalam rangkaian peringatan HAN 2026 itu, digelar khitan massal di Kecamatan Wringin yang diikuti 36 anak. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga tenaga kesehatan, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi