DABASAH, Radar Ijen - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Bondowoso masih menyisakan pekerjaan rumah besar.
Dari target sekitar 366 ribu warga, baru 166 ribu orang yang menjalani pemeriksaan hingga akhir Juli.
Dinas Kesehatan pun menyiapkan strategi jemput bola agar 200 ribu warga lainnya dapat terlayani sebelum tutup tahun.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso terus menggenjot pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Melalui rapat koordinasi dan advokasi yang digelar di Kantor Pemkab Bondowoso, Selasa (28/7), Dinkes memperkuat komitmen lintas sektor untuk mempercepat capaian program hingga akhir tahun.
Baca Juga: Pemkab Bondowoso Borong Empat Penghargaan Nasional, Buah Gotong Royong Membangun Keluarga
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr Moh Jasin, mengatakan Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah awal membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat, tangguh, dan memiliki daya saing.
"Kami ingin masyarakat membiasakan pola hidup bersih dan sehat melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis," ujarnya.
Menurutnya, program tersebut telah dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso.
Pemerintah daerah, kata dia, memberikan dukungan penuh agar layanan kesehatan gratis itu benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
"Beliau sangat antusias agar kegiatan ini benar-benar terlaksana serta dimanfaatkan oleh masyarakat. Bekal kesehatan menjadi modal awal agar SDM Bondowoso bisa tangguh dan memiliki daya saing," katanya.
Berdasarkan data Dinkes, sasaran Program Cek Kesehatan Gratis di Bondowoso mencapai sekitar 366 ribu jiwa atau sekitar 46 persen dari total penduduk. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 166 ribu warga atau 45,53 persen dari target telah menjalani pemeriksaan. Artinya, masih ada sekitar 200 ribu warga yang harus dijangkau dalam lima bulan ke depan.
Untuk mempercepat pencapaian tersebut, Dinkes memperluas layanan tidak hanya di puskesmas, tetapi juga melalui pondok kesehatan desa (ponkesdes), posyandu, hingga layanan jemput bola di berbagai kegiatan masyarakat.
"Apabila ada kegiatan pengajian, kegiatan sosial, atau perkumpulan warga, silakan mengundang kami. Tim puskesmas akan datang memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan," jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat juga dapat mengajukan permohonan pemeriksaan kesehatan melalui ketua RT, pengurus masjid, maupun panitia kegiatan kemasyarakatan. "Sudah banyak yang menghubungi kami, mulai dari ketua RT hingga pengurus kegiatan keagamaan. Misalnya setelah salat Jumat ingin dilakukan pemeriksaan kesehatan jamaah, kami siap datang memberikan layanan," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi