RADAR JEMBER - Perum Bulog Kantor Cabang (Kanca) Bondowoso memastikan stok beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman dan melimpah. Hingga 24 Juli 2026, cadangan beras yang dikelola mencapai 70.025 ton, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pemerintah.
Pimpinan Perum Bulog Kanca Bondowoso, Eko Yudi Miranto, mengatakan melimpahnya stok beras tersebut merupakan hasil optimalisasi penyerapan gabah dan beras dari petani lokal selama musim panen.
Bahkan, realisasi penyerapan gabah di wilayah Bondowoso dan Situbondo telah melampaui target hingga 106 persen.
Secara rinci, hingga 24 Juli 2026 penyerapan gabah petani di Kabupaten Bondowoso mencapai 91.533.997 kilogram, sedangkan di Kabupaten Situbondo mencapai 45.368.199 kilogram. "Iya penyerapan gabah juga sudah melebihi target," terangnya.
Menurut Eko, capaian tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dua wilayah kerja Bulog Kanca Bondowoso, yakni Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo.
Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras, sebab Bulog memiliki cadangan yang memadai untuk mendukung penyaluran program pemerintah maupun pelaksanaan stabilisasi pasokan dan harga pangan.
"Alhamdulillah, stok beras yang kami kelola saat ini dalam kondisi sangat aman," ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total stok 70.025 ton tersebut, sebanyak 46.819 ton tersimpan di gudang-gudang wilayah Kabupaten Bondowoso.
Sementara 23.205 ton lainnya berada di gudang wilayah Situbondo.
Ketersediaan stok tersebut didukung jaringan pergudangan yang tersebar di wilayah operasional Bulog Kanca Bondowoso, sehingga distribusi beras dapat dilakukan secara cepat dan efisien.
Selain menjaga kecukupan pasokan, Bulog Kanca Bondowoso juga terus menjalankan berbagai penugasan pemerintah, mulai penyaluran Bantuan Pangan, penyediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), hingga Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Eko menegaskan, pihaknya juga berkomitmen menjaga kualitas beras yang tersimpan agar tetap memenuhi standar kelayakan konsumsi masyarakat.
"Ke depan, kami juga akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dalam negeri, guna memperkuat cadangan pangan pemerintah serta mendukung ketahanan pangan nasional," pungkasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi