RADAR JEMBER - Jalur menuju kawasan wisata Ijen menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso.
Selain telah ditetapkan sebagai kawasan rawan kecelakaan, ruas jalan tersebut dinilai masih membutuhkan berbagai sarana keselamatan, mulai dari rambu, marka jalan hingga penerangan jalan umum (PJU).
Untuk memetakan kebutuhan tersebut, Dishub Bondowoso melakukan survei jalur dari Desa Gardu Atak, Kecamatan Tapen, hingga Paltuding, Kecamatan Ijen, Rabu (22/7). Inventarisasi dilakukan sebagai dasar pengajuan bantuan sarana keselamatan kepada pemerintah pusat.
Baca Juga: Kembali Ajukan Sekolah Rakyat ke Kemensos, Bondowoso Siapkan Lahan 5 Hektare
Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Bondowoso Rubiyanto mengatakan, langkah tersebut bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang melintasi jalur menuju Ijen.
"Kami akan menginventarisasi ulang rambu dan marka, termasuk kebutuhan yang perlu dicukupi," ujarnya.
Selain mendata kebutuhan infrastruktur, Dishub juga akan meningkatkan edukasi kepada pengemudi pikap yang mengangkut pekerja menuju kawasan Ijen. Sebab, masih ditemukan kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas sehingga berpotensi memicu kecelakaan.
"Nanti kami ingatkan agar tetap memperhatikan ambang batas muatan supaya tidak terjadi kecelakaan," katanya.
Baca Juga: Skenario Pertahanan Baru Juventus! Incar Bintang Inggris, John Stones Resmi Jadi Target Prioritas
Menurut Rubiyanto, belum tersedianya angkutan umum menuju kawasan Ijen membuat sebagian pekerja memilih menggunakan kendaraan bak terbuka seperti Grand Max. Namun, praktik tersebut tetap harus memperhatikan aspek keselamatan.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil Forum Lalu Lintas, jalur Ijen bersama kawasan Arak-Arak telah ditetapkan sebagai wilayah rawan kecelakaan.
Status itu menjadi dasar bagi Dishub untuk menginventarisasi seluruh kebutuhan sarana keselamatan sebelum diusulkan ke pemerintah pusat.
"Karena sudah masuk kategori rawan kecelakaan, nanti kami akan inventarisasi semuanya untuk diajukan ke pusat," jelasnya.
Dia juga mengatakan, keterbatasan anggaran daerah membuat pemenuhan seluruh fasilitas keselamatan belum bisa dilakukan secara maksimal.
Karena itu, Dishub akan mengusulkan bantuan berupa PJU, rambu lalu lintas, marka jalan, hingga rambu petunjuk arah untuk jalur Ijen maupun kawasan Arak-Arak.
"Termasuk PJU, rambu, marka, dan rambu-rambu petunjuk nanti kami usulkan semuanya ke pusat. Untuk yang di Arak-Arak juga akan kami usulkan," pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi