Soeratin Jadi Pintu Awal, Askab PSSI Bondowoso Tekankan Konsistensi Pembinaan Pesepak Bola Muda

Faqih Humaini • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 23:21 WIB
Gede Budiawan bersama sejumlah pesepak bola andalan Bondowoso
Gede Budiawan bersama sejumlah pesepak bola andalan Bondowoso

 

BONDOWOSO, Radar Jember – Gelaran Piala Soeratin U-13 dan U-15 di Stadion Bondowoso tak sekadar menjadi ajang kompetisi. Lebih dari itu, turnamen ini diposisikan sebagai pintu awal pembinaan pesepak bola usia dini yang berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso.

Ketua Askab PSSI Bondowoso, Subangkit Adiputra, menegaskan pentingnya konsistensi dalam pembinaan pemain muda. Menurutnya, proses pembinaan tidak boleh berhenti hanya di level usia tertentu, karena hal itu akan menghambat perkembangan pemain.

“Kalau dari U-13 ke U-15 tidak konsisten, apa yang didapat anak-anak akan sia-sia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, idealnya pembinaan dilakukan secara berjenjang mulai dari U-13, U-15, hingga U-17. Setelah itu, pemain diarahkan masuk ke level kompetisi yang lebih tinggi seperti Porprov hingga Liga 4. Tanpa kesinambungan, potensi pemain dinilai sulit berkembang maksimal.

Baca Juga: Fraksi PDIP DPRD Bondowoso Soroti Penguatan Pelayanan Publik hingga Akses Air

Subangkit juga mendorong para pemain muda untuk berani mencari pengalaman di luar daerah. Menurutnya, atmosfer pertandingan di luar Bondowoso akan membentuk mental sekaligus meningkatkan kualitas permainan.

 “Kalau hanya bermain di sini saja, perkembangan akan terbatas. Mereka harus berani keluar,” tegasnya.

Baca Juga: Penyaluran Aspal Hibah di Bondowoso Diawasi Ketat, Libatkan Inspektorat Hingga Monitoring

Para peserta Piala Soeratin sendiri mayoritas berasal dari sekolah sepak bola (SSB) dan klub lokal. Karena itu, ia menilai peran klub dan SSB sangat penting dalam mengawal perkembangan karier pemain. Askab PSSI, lanjutnya, siap memfasilitasi dan membuka akses bagi pemain potensial.

“Kalau ada yang berprestasi, kita dorong. Bahkan kita bantu aksesnya supaya bisa sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi proses selanjutnya tetap bergantung pada pemain itu sendiri,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan pemerintah daerah bersama KONI terus merumuskan pola pembinaan atlet muda, termasuk sepak bola. Ia menilai potensi atlet di Bondowoso cukup besar dan perlu wadah yang berkelanjutan.

Baca Juga: Masuk Pengawasan Sampah: Demokrat–PKS Desak TPA Bondowoso Segera Dibenahi

“Piala Soeratin ini rutin digelar dan harus dimanfaatkan untuk menjaring bibit unggul. Harapannya, dari sini lahir pemain yang bisa membawa nama Bondowoso di level provinsi,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran, Gede memastikan pemerintah tetap berupaya mengoptimalkan sarana dan prasarana olahraga. Ia berharap, pembinaan dan kompetisi seperti Piala Soeratin tetap berjalan sebagai fondasi lahirnya pesepak bola masa depan Bondowoso. 

 

 

Editor : Faqih Humaini
Disparbudpora Bondowoso Pemkab Bondowoso ASKAB askab PSSI Bondowoso