Baru Tujuh Bulan Sudah ada 48 Kejadian Kebakaran di Bondowoso

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:56 WIB
DIPADAMKAN: petugas dan warga saat memadati lokasi kebakaran di Kecamatan Wonosari, (DAMKAR)
DIPADAMKAN: petugas dan warga saat memadati lokasi kebakaran di Kecamatan Wonosari, (DAMKAR)

 

NANGKAAN, Radar Ijen - Tren kebakaran di Bondowoso menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2026.

Hingga akhir Juli, jumlah kejadian yang ditangani Damkar Satpol PP sudah mencapai 48 kasus atau hampir menyamai total kejadian selama 2025 yang tercatat 57 kasus. Korsleting listrik masih menjadi penyebab yang paling dominan.

Data Damkar Satpol PP Bondowoso menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 57 kejadian kebakaran. Sementara pada 2026, hingga Juli saja sudah terjadi 48 kasus atau sekitar 84,2 persen dari total kejadian setahun penuh pada tahun sebelumnya.

Jika dirata-rata, angka kejadian juga mengalami peningkatan. Pada 2025 terjadi sekitar 4,75 kasus kebakaran per bulan. Sedangkan pada tujuh bulan pertama 2026, rata-ratanya naik menjadi 6,85 kasus per bulan.

Baca Juga: Lewat Edukasi dan Permainan Tradisional, Dispendik Bondowoso Terus Dorong Lingkungan Ramah Anak

Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso Vara Tedy mengatakan, objek kebakaran yang ditangani cukup beragam, mulai rumah warga, gudang tembakau, lahan hingga fasilitas pendidikan.

Peristiwa terbesar tahun ini terjadi di gudang tembakau Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, pada 22 Juni 2026. Selain itu, kebakaran Pertashop di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, pada 15 Juni lalu juga menjadi salah satu insiden yang menyita perhatian. "Meningkat, kami sudah melakukan proses pemadaman lebih dari 48 kali," ujarnya.

Menurut Tedy, sebagian besar kebakaran dipicu korsleting listrik. Di antaranya akibat charger telepon seluler yang tetap terhubung dengan listrik maupun instalasi kabel yang tidak tertata dengan baik.

Baca Juga: Persebo 1964 Bondowoso Mulai Panaskan Mesin Untuk Hadapi Piala Soeratin U-17

Karena itu, Damkar mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dengan peralatan listrik di rumah. Warga juga diminta memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah guna meminimalkan risiko kebakaran.

Sementara itu, Kecamatan Tapen menjadi salah satu wilayah yang beberapa kali dilanda kebakaran dalam beberapa pekan terakhir. Insiden terbaru menghanguskan gedung koperasi SDN 1 Cindogo pada Rabu (22/7) malam dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 35 juta.

Merespons kondisi tersebut, Camat Tapen Sidik Waluyo menyiapkan langkah mitigasi melalui pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus mendatang. Pelatihan itu akan melibatkan perangkat desa, puskesmas hingga sekolah. Saat ini terdapat 22 unit APAR di desa-desa, empat unit di puskesmas, dua unit di SMA Tapen, serta tujuh unit di SMK Tapen. "Jadi untuk penanganan cepat, kami sudah tahu harus meminjam ke mana," pungkasnya. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
berita bondowoso Kebakaran damkar bondowoso Bondowoso