Lewat Edukasi dan Permainan Tradisional, Dispendik Bondowoso Terus Dorong Lingkungan Ramah Anak

Faqih Humaini • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:55 WIB
SEMANGAT: Sejumlah anak saat mengikuti senam bersama, kemarin (23/7).(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
SEMANGAT: Sejumlah anak saat mengikuti senam bersama, kemarin (23/7).(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

 

TAMANSARI, Radar Ijen – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Bondowoso dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan ramah anak. Tidak hanya sebatas seremoni, momentum menjadi ruang edukasi tentang pentingnya pola asuh dan tumbuh kembang anak yang sehat, kemarin (23/7)

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa momentum HAN harus menjadi pengingat bagi orang tua, pendidik, hingga masyarakat luas untuk kembali menghadirkan ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak.

“Ini bukan sekadar peringatan tahunan, tapi bagaimana kita bersama-sama memastikan anak-anak mendapatkan haknya untuk tumbuh dengan bahagia, sehat, dan terlindungi,” ujarnya.

Baca Juga: Persebo 1964 Bondowoso Mulai Panaskan Mesin Untuk Hadapi Piala Soeratin U-17

Menurutnya, salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari proses belajar anak. Selain menyenangkan, aktivitas tersebut dinilai mampu membentuk karakter serta keterampilan dasar anak secara alami.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak memainkan berbagai permainan tradisional seperti dakon dan engklek.

Permainan itu bukan hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang efektif dalam mengasah kemampuan motorik, konsentrasi, hingga interaksi sosial.

Taufan menilai, melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak dapat belajar tanpa tekanan. Hal ini penting untuk mendukung perkembangan emosional dan psikologis mereka di usia dini.

Baca Juga: Update Kebakaran Bondowoso: Gudang Beras Alami Kebakaran, Api Diduga Bersumber dari Pelet Kayu

Selain itu, momentum HAN juga dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya perlindungan anak di berbagai sektor, termasuk dalam dunia media.

Ia menekankan bahwa pemberitaan yang melibatkan anak harus tetap memperhatikan etika dan tidak mengganggu kondisi psikologis mereka. “Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, termasuk media. Identitas anak harus dijaga dan pemberitaan harus ramah anak,” tegasnya.

Peringatan HAN 2026 ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik penguat kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan berkarakter. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
berita bondowoso dispendik hari anak Bondowoso