TEGAL MIJIN, Radar Ijen - Sejak pagi, halaman YPI Nurul Anwar di Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan, dipenuhi warga, Senin (20/7).
Mereka datang bukan untuk menghadiri pengajian ataupun acara seremonial, melainkan memeriksakan kondisi kesehatannya.
Ada yang ingin mengecek tekanan darah, ada pula yang penasaran dengan kadar gula darahnya. Tak sedikit yang membawa anak-anak untuk menjalani pemeriksaan.
Namun, layanan yang mereka terima ternyata tidak berhenti di meja pemeriksaan. Bagi warga yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan, pendampingan akan terus dilakukan hingga mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang digagas Fraksi PKB DPRD Bondowoso itu berlangsung berkolaborasi dengan Yayasan Nafiatul Ummah, Dinas Kesehatan, mahasiswa KKN UIN KHAS Jember dan Universitas Jember (Unej), serta Yayasan Nurul Anwar, Senin (20/7).
Anggota Fraksi PKB DPRD Bondowoso A Mansur mengatakan, sekitar 500 warga mengikuti kegiatan tersebut, baik melalui pendaftaran daring maupun langsung di lokasi. Pesertanya tidak hanya orang dewasa, tetapi juga puluhan siswa sekolah dasar.
Panitia pun tidak membatasi jumlah peserta selama pelayanan masih berlangsung. Layanan yang diberikan cukup lengkap. Mulai pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan mata, gigi, hingga jantung.
Bagi perempuan disediakan layanan USG, sedangkan anak-anak memperoleh pelayanan imunisasi sesuai kebutuhan.
Namun, yang membedakan kegiatan ini dengan pemeriksaan kesehatan pada umumnya adalah komitmen penyelenggara untuk mendampingi pasien hingga memperoleh penanganan yang diperlukan.
"Kami tidak hanya memeriksa, tetapi juga mengawal pengobatannya sampai sembuh. Kalau harus dirujuk ke rumah sakit, kami dampingi. Bahkan jika harus dirujuk ke Jember atau Surabaya, tetap kami kawal," ujarnya.
Seluruh pelayanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya. Menurut Mansur, masyarakat dapat memanfaatkan program jaminan kesehatan pemerintah yang telah tersedia sehingga tidak perlu khawatir dengan biaya pengobatan.
"Pengobatannya tetap gratis. Pemerintah sudah memiliki program yang menjamin pelayanan kesehatan masyarakat," tegasnya.
Lebih dari sekadar mengobati, kegiatan itu juga bertujuan membangun kebiasaan masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
"Yang ingin kami bangun adalah kesadaran bahwa memeriksakan kesehatan tidak harus menunggu sakit. Lebih baik mencegah daripada mengobati," katanya.
Baca Juga: Janji PBB Gratis Untuk Warga Miskin di Bondowoso Masih Menunggu Verifikasi?
Selain pemeriksaan, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pola makan, hingga cara menjaga kesehatan keluarga.
"Harapan kami, kegiatan ini menjadi stimulus agar masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin," imbaunya.
Ketua Fraksi PKB DPRD Bondowoso Tohari mengatakan, pengalaman dari kegiatan serupa sebelumnya, menunjukkan banyak penyakit baru diketahui setelah warga menjalani pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Pembangunan Empat Jembatan Garuda di Bondowoso Ini Akhirnya Tuntas
“Yang sehat diminta menjaga kesehatan. Kemudian yang sakit kemarin langsung diadakan pengobatan,” paparnya.
Hasil evaluasi juga memperlihatkan kebutuhan penanganan medis setiap warga berbeda-beda. Ada yang cukup menjalani rawat jalan, namun ada pula yang harus dirawat di rumah sakit.
Bahkan, kata Tohari, salah seorang peserta akhirnya diketahui membutuhkan penanganan spesialis urologi dan telah menjalani operasi setelah dirujuk.
“Sebelumnya, ini tidak disadari, itu ternyata dikirim ke spesialis di poli urologi Kemudian sudah dilakukan tindakan berupa operasi,” paparnya.
Temuan itu, menurutnya, menjadi gambaran bahwa kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya masih perlu terus ditingkatkan. (*)
Editor : Ilham Wahyudi