Viral Dugaan Pembuangan MBG di MTsN 4 Bondowoso, Sekolah Buka Fakta Sebenarnya

Faqih Humaini • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:14 WIB
detik-detik siswa saat membuang MBG (ft:istimewa)
detik-detik siswa saat membuang MBG (ft:istimewa)

 

BONDOWOSO, Radar Jember – Video yang memperlihatkan dugaan pembuangan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 4 Bondowoso viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu beragam reaksi publik setelah menampilkan sejumlah siswa menuangkan sisa makanan dari ompreng ke sebuah gerobak.

Namun, pihak sekolah memastikan narasi yang berkembang dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Pihak MTsN 4 Bondowoso menegaskan bahwa kejadian dalam video tidak menggambarkan kronologi secara utuh.

Baca Juga: Aspal Hibah Tak Dibagi Sembarangan, BSBK Bondowoso Perketat Syarat Teknis Desa

Video itu diduga direkam oleh seorang sopir mobil dinas Pemkab Bondowoso yang memarkir kendaraannya di halaman sekolah saat berlangsung kunjungan kerja Wakil Menteri ke Gapoktan Al-Barokah di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Senin (20/7/2026).

 Dalam rekaman, perekam juga melontarkan komentar berbahasa Madura yang mempertanyakan kualitas makanan MBG.

Pihak sekolah mengaku sejak awal telah melarang perekaman karena khawatir memicu persepsi negatif. Namun, video tersebut diduga tetap disebarluaskan hingga akhirnya viral di berbagai platform. Kondisi ini disayangkan karena dinilai membangun opini yang merugikan sekolah.

Baca Juga: PPTKH Jadi Jalan Terakhir, Perhutani KPH Bondowoso Ingatkan Sanksi Pidana jika Langgar Peruntukan

Kepala MTsN 4 Bondowoso Dra. Qurniatul Fathiyah,menjelaskan, pada hari kejadian akses menuju sekolah sempat macet dan ditutup akibat kunjungan kerja Wakil Menteri.

Halaman sekolah bahkan digunakan sebagai lokasi parkir tamu, sehingga distribusi makanan MBG mengalami keterlambatan. Pihak SPPG juga telah menginformasikan kondisi tersebut melalui pesan WhatsApp kepada sekolah.

Akibat keterlambatan itu, sebagian siswa sudah membeli makanan di koperasi sehingga saat paket MBG datang mereka tidak menghabiskan seluruh porsi. Ia menegaskan, sisa makanan tidak dibuang sia-sia, melainkan dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak oleh guru.

 “Kalau disebut murid sengaja membuang MBG, itu tidak benar,” tegasnya.

Ia menambahkan, sekolah justru sangat membutuhkan program MBG karena masih ditemukan siswa yang datang tanpa sarapan. Karena itu, pihaknya mengapresiasi program pemerintah tersebut dan mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa mengetahui fakta secara utuh.

Sementara, Kepala SPPG Tumpeng, Amelia Putri, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

“Kami akan menelusuri ulang apa penyebabnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026). Penelusuran dilakukan agar kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta.

 

 

 

Editor : Faqih Humaini
dapur MBG SPPG Bondowoso