Perkembangan Teknologi Pertanian Organik di Bondowoso Makin Pesat, Teknologi Didorong Turun ke Lahan Petani

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:26 WIB
DIPANTAU: Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid mengunjungi salah satu tempat produksi beras organik di Bondowoso. (KOMINFO BONDOWOSO)
DIPANTAU: Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid mengunjungi salah satu tempat produksi beras organik di Bondowoso. (KOMINFO BONDOWOSO)

RADAR JEMBER - Pengembangan pertanian organik di Bondowoso tak lagi hanya bertumpu pada petani.

Pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga pemerintah pusat kini membangun kolaborasi agar inovasi dan teknologi benar-benar diterapkan di lahan pertanian. Targetnya, biaya produksi turun, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak.
Naskah Berita

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Nazaruddin Malik mengatakan, pembangunan sektor pertanian harus dimulai dengan membangun ekosistem yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Dengan begitu, inovasi akan terus berkembang dan mampu meningkatkan daya saing pertanian. "Saya kira yang penting adalah membangun ekosistem berbasis masyarakat," katanya.

Baca Juga: Pemkab Bondowoso Pertahankan Sawah Organik Lewat Peraturan Bupati

Ia mengungkapkan, UMM telah mendampingi pengembangan pertanian organik di Bondowoso sejak 2013. Pendampingan itu akan terus diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Menurut Nazaruddin, keberhasilan pertanian masa depan bertumpu pada tiga hal, yakni menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan membangun sistem pertanian berbasis masyarakat.

"Kata kuncinya itu, biaya produksi, produktivitas naik, sama berbasis masyarakat, sehingga putra-putra daerah paham bahwa bertani itu menjanjikan di masa depan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Prof Dr Eng Yudi Darma menilai kolaborasi tersebut menjadi jembatan antara hasil riset di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata para petani.

Baca Juga: Soal Sepinya Murid di Sekolah Negeri Bondowoso, Dispendik: Regrouping Dianggap Belum Jadi Pilihan Tepat

"Kalau kita selama ini akan memandang ada suatu jarak antara sains dan teknologi di kampus dengan di masyarakat, dengan di lapangan. Nah jarak itulah yang ingin kita buang," katanya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghilirkan hasil riset agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Penerapan teknologi, mulai penggunaan pupuk organik, benih unggul hingga teknik budidaya yang lebih efisien, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberi manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi petani. 

 

Editor : M. Ainul Budi
Bondowoso hari ini bupati bondowoso beras organik Bondowoso