BONDOWOSO, Radar Jember – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (Perkim Ciptaru) terus menggenjot pembangunan drainase lingkungan di sejumlah titik.
Tahun ini, sedikitnya enam lokasi menjadi prioritas penanganan untuk mengurangi genangan air sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat. Kini, progres pengerjaan bahkan telah menembus 90 persen dan hampir rampung.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Perkim Ciptaru Bondowoso, Ika Novita Rini, menjelaskan bahwa percepatan pembangunan dilakukan karena tingginya urgensi di lapangan. Drainase lingkungan menjadi kebutuhan mendesak di kawasan permukiman yang selama ini kerap terdampak genangan.
“Pengerjaan memang kami kebut karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, terutama untuk mengatasi genangan,” ujarnya.
Baca Juga: Kebut Pembangunan SPAM di 15 Titik, Fokus Penuhi Kebutuhan Air Bersih Wilayah Rawan Kekeringan
Ia menegaskan, pembangunan drainase dibagi berdasarkan kewenangan. Untuk Perkim, fokusnya adalah drainase lingkungan seperti di kawasan perumahan dan jalan lingkungan.
“Kadang usulan jalan lingkungan juga disesuaikan dengan kebutuhan drainasenya, karena keduanya saling berkaitan,” imbuhnya.
Dari enam lokasi yang ditangani tahun ini, sebagian besar pekerjaan telah berjalan dan mendekati tahap akhir.
Baca Juga: Serapan Anggaran Masih Mbendol Mburi, Komisi IV DPRD Bondowoso Soroti Pola Belanja dan Silpa OPD
Beberapa titik berada di Desa Kembang, dua lokasi di Kelurahan Kota Kulon dengan RT berbeda, serta satu titik di wilayah Pejaten. Sementara titik lainnya juga dalam proses penyelesaian secara bertahap.
Secara keseluruhan, pembangunan drainase lingkungan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bondowoso dengan empat lokasi, serta masing-masing satu lokasi di Kecamatan Tenggarang dan Kecamatan Tamanan.
Penentuan lokasi didasarkan pada tingkat kerawanan genangan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Menurut Ika, fungsi utama drainase lingkungan adalah sebagai saluran pembuangan limbah rumah tangga agar tidak menumpuk di permukaan.
Sebelum adanya saluran tersebut, banyak kawasan permukiman mengalami genangan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Dengan progres yang sudah hampir rampung ini, diharapkan persoalan genangan bisa ditekan. Minimal tidak lagi terjadi banjir skala kecil di lingkungan warga,” jelasnya.
Baca Juga: 114 Rumah Disasar, Perkim Ciptaru Bondowoso Sebut Perbaikan Bertahap dan Prioritaskan Hunian Layak
Selain mengatasi genangan, keberadaan drainase juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Lingkungan menjadi lebih bersih, aliran air lebih tertata, serta mengurangi potensi penyakit akibat air tergenang. Kawasan permukiman pun menjadi lebih nyaman, higienis, dan tertata.
Pihaknya berharap pembangunan drainase lingkungan ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. “Kami juga berharap masyarakat ikut menjaga saluran yang sudah dibangun, agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (faq)
Editor : Faqih Humaini