RADAR JEMBER - Program Jembatan Perintis Garuda di Bondowoso mulai membuahkan hasil. Kodim 0822/Bondowoso telah menuntaskan pembangunan empat unit jembatan yang kini sudah dimanfaatkan warga.
Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari program Presiden RI untuk membuka akses wilayah terpencil sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat.
Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito memastikan seluruh jembatan tersebut telah selesai dibangun dan sudah dapat dilintasi masyarakat. Empat Jembatan Perintis Garuda yang telah rampung berada di Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal.
Baca Juga: Uji Coba OSN SMP di Bondowoso, Ukur Kesiapan Akademik 46 Siswa
Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, Desa Sumbersalak, Kecamatan Curahdami, serta Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo. "Empat unit sudah selesai," ujarnya.
Secara keseluruhan, Kodim menargetkan pembangunan 12 Jembatan Garuda di sejumlah wilayah terpencil Bondowoso.
Program tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antar desa sekaligus menunjang aktivitas warga. "Dua belas unit lainnya masih dalam proses pembangunan," terangnya.
Sebanyak 12 jembatan itu terdiri atas jembatan gantung atau perintis serta jembatan aramco, yakni gorong-gorong berbahan baja.
Delapan jembatan lainnya kini memasuki pembangunan tahap kedua dan ketiga. Progres fisiknya bervariasi, mulai 33 persen hingga mencapai 63 persen.
Pada tahap kedua, pembangunan dilakukan di Desa Dawuhan, Kecamatan Tenggarang. Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, dan Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen. Sementara tahap ketiga mencakup Desa Sucolor, Kecamatan Maesan. Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel, serta Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok.
Selain itu, dua lokasi lain masih dalam tahap survei, yakni Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Bondowoso, dan Desa Sekarputih, Kecamatan Tegalampal. "Ada dua titik lagi yang masih dalam tahap survei, yaitu di Kelurahan Kotakulon dan Kelurahan Sekarputih," jelasnya.
Prawito menegaskan, pembangunan Jembatan Garuda difokuskan untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus mengganti jembatan yang rusak akibat bencana sehingga akses masyarakat menjadi lebih mudah. "Kami membangun jembatan baru untuk membuka akses bagi masyarakat di area terpencil, sekaligus memperbaiki jembatan yang rusak akibat bencana," pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi