RADAR JEMBER - Pemkab Bondowoso mulai mengakselerasi budaya transaksi digital. Melalui Bondowoso Digital Day yang digelar selama dua pekan di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, ratusan pelaku UMKM dilibatkan untuk memperkenalkan pembayaran nontunai sekaligus mendekatkan layanan digital pemerintah kepada masyarakat.
Sebanyak 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain menghadirkan hiburan rakyat, acara juga menampilkan berbagai layanan digital milik pemerintah daerah dan sektor perbankan.
Baca Juga: Uji Coba OSN SMP di Bondowoso, Ukur Kesiapan Akademik 46 Siswa
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, setiap pelaku UMKM yang menjajakan produknya di Alun-alun RBA Ki Ronggo, menyediakan pembayaran menggunakan platform Qris. Setiap pembeli diarahkan untuk melakukan transaksi non tunai tersebut.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, Bondowoso Digital Day merupakan langkah untuk mempercepat transformasi digital di tengah masyarakat. Sebab, tingkat pemanfaatan transaksi digital di Bondowoso dinilai masih tertinggal dibandingkan daerah lain.
Baca Juga: Tak Terima Tunangannya di Bawa ke Kamar Kos, Pemuda Lumajang Ini Nekat Bawa Sajam
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan layanan pembayaran pajak secara digital sekaligus sistem tata kelola pemerintahan yang kini telah terintegrasi berbasis digital. "Jadi, kalau pemerintahannya sudah digital tetapi masyarakatnya tidak ikut, kan, timpang. Ini adalah bentuk sosialisasi ke masyarakat," terangnya.
Editor : M. Ainul Budi