RADAR JEMBER - Upaya menyelamatkan Jembatan Koncer terus dilakukan. Setelah memberlakukan pembatasan kendaraan bertonase besar, Pemerintah Kecamatan Bondowoso kini menggandeng petugas pengatur lalu lintas atau Pak Ogah untuk menghalau truk berat agar beralih ke jalur alternatif.
Sebab, kendaraan besar yang masih nekat melintas, terutama pada malam hari, dinilai menjadi ancaman serius bagi kondisi jembatan.
Camat Bondowoso Suhaji mengatakan, sosialisasi difokuskan kepada para petugas pengatur lalu lintas yang setiap hari berada di sekitar jembatan.
Baca Juga: Jumlah PPAT Bertambah Jadi 17, Kepala Kantah Bondowoso Tekankan Kepatuhan dan Batas Kewenangan
Mereka diminta mengarahkan kendaraan besar agar tidak melintasi jembatan tersebut. "Kondisi jembatan memang kurang memadai untuk kendaraan-kendaraan berat,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan jalur alternatif yang dapat digunakan kendaraan berat sehingga arus lalu lintas tetap lancar tanpa membebani konstruksi jembatan sepanjang sekitar 50 meter tersebut.
Saat ini terdapat empat petugas pengatur lalu lintas yang berjaga di lokasi.
Tiga orang merupakan warga Bondowoso dan seorang lainnya berasal dari Kabupaten Jember. "Dua orang merupakan warga sekitar Tamansari dan satu orang dari Sukosari," jelasnya.
Baca Juga: Pendopo Wabup Bondowoso Direhab Hingga Diperluas, Pemkab Kejar Fungsionalitas Layanan Resmi
Meski demikian, Suhaji mengakui masih ada truk bertonase lebih, yang diduga sengaja melintas pada malam hari. Kondisi itu menjadi tantangan karena pengawasan belum bisa dilakukan secara penuh selama 24 jam.
"Kami masih mencari solusi bagaimana pengaturan lalu lintas di malam hari, agar kendaraan berat tidak lagi melintas di jembatan ini," ungkapnya.
Sementara itu, portal pembatas ketinggian yang sebelumnya rusak akibat ditabrak kendaraan dipastikan akan dipasang kembali.
Namun, hingga kini belum ada kepastian jadwal pemasangannya. "Portal akan segera dipasang lagi. Kapan tepatnya masih belum bisa dipastikan, tetapi akan segera dipasang kembali," pungkasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi