RADAR JEMBER - Komitmen menghidupkan kembali Bondowoso Republik Kopi (BRK) Reborn mulai diwujudkan. Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid turun langsung memetik kopi di Petak 44A RPH Kluncing, BKPH Sumberwringin, Desa Sukorejo, Rabu (8/7), bersama jajaran Forkopimda dan Forum Komunikasi Kecamatan.
Selain memetik buah kopi, rombongan juga meninjau proses pengolahan kopi milik petani. Kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa BRK Reborn tidak berhenti sebagai slogan, melainkan mulai memasuki tahap implementasi.
Baca Juga: Bondowoso Masih Darurat Sampah! DPRD Desak Pemkab Percepat Transisi TPA
Menurut Abdul Hamid Wahid, fokus pemerintah daerah ke depan adalah menata sektor perkopian secara lebih terarah agar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani."Bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penataan dunia perkopian," ujarnya.
Ia mengungkapkan, Pemkab telah memperoleh tawaran fasilitasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar High Level Marketing kopi. Kesempatan tersebut dinilai menjadi pintu masuk membangun kembali kerangka strategis BRK.
Baca Juga: Pengurus DPC PKB Bondowoso Terbentuk, Ini Target Porelahan Kursi DPRD yang Dibidik Pada 2029
Selama ini, aktivitas perkopian di Bondowoso memang terus berjalan. Namun, menurutnya, masih bergerak sendiri-sendiri dan belum berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung. "Mungkin dengan bersinergi menjadi satu peta, satu pasar, dan satu konsep mulai dari hulu hingga hilir," jelasnya.
Karena itu, Pemkab akan menata berbagai aspek penting, mulai pendanaan, pendampingan petani, standardisasi mutu hingga membuka jalur distribusi yang lebih luas. "Kontak dengan para buyer (pembeli) bisa kita lakukan secara sinergis, sehingga manfaatnya bisa kita rasakan bersama-sama," pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi