KOTA KULON, Radar Ijen - DPC PKB Bondowoso langsung memanaskan mesin partai usai kepengurusan baru terbentuk. Targetnya tidak tanggung-tanggung. Partai berlambang bola dunia itu membidik 23 kursi DPRD Bondowoso pada Pemilu mendatang.
Optimisme tersebut diperkuat dengan bergabungnya sejumlah tokoh keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani (Pondok Beddien) ke jajaran kepengurusan.
DPC PKB Bondowoso mulai menyusun langkah menghadapi Pemilu mendatang. Melalui agenda Kick-Off kepengurusan baru yang digelar di Graha NU, Kelurahan Kotakulon, Kamis (9/7), seluruh pengurus dikonsolidasikan untuk menyatukan langkah sekaligus memasang target besar.
Ketua DPC PKB Bondowoso Ahmad Dhafir menegaskan, partainya menargetkan minimal 23 kursi DPRD Bondowoso pada Pemilu berikutnya.
Target tersebut dinilai realistis karena struktur kepengurusan kini semakin kuat dan mewakili berbagai basis pesantren di Bondowoso. "Target minimum 23 kursi," tegasnya.
Optimisme itu semakin menguat setelah keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani (Pondok Beddien) resmi bergabung dalam kepengurusan.
Di antaranya KH Faqih Subhan, S.Pd., yang dipercaya menjadi Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Bondowoso, serta Lora Zainal Abidin, Lora Moh. Chalil, dan KH Mahfud Rozi. "Alhamdulillah, keluarga Al-Utsmani bersedia bersama-sama mengurus partai," ujarnya.
Baca Juga: Legalkan 343 Hektare Lahan Kopi Petani Bondowoso
Menurut Dhafir, bergabungnya keluarga Al-Utsmani juga menjadi pengingat sejarah PKB Bondowoso yang pada 1998 dideklarasikan di Ponpes Al-Utsmani.
Saat ini, struktur kepengurusan juga dinilai hampir mewakili seluruh pondok pesantren besar di Bondowoso.
Ia menjelaskan, melalui momentum Kick-Off tersebut seluruh pengurus diajak memulai kerja politik dari titik nol dengan menyamakan visi.
Para kader diingatkan bahwa mereka merupakan pengurus yang diberi amanah mengelola partai bentukan Nahdlatul Ulama (NU), bukan sebagai pemilik partai.
Dhafir juga menegaskan kegiatan di Graha NU bukan untuk membawa NU ke ranah politik praktis, melainkan menegaskan hubungan historis antara PKB dan organisasi tersebut. "Makanya kegiatannya dilaksanakan di Graha NU," jelas pria yang juga menjabat Ketua DPRD Bondowoso itu.
Baca Juga: DUH! Jembatan Sentong Belum Beres, Jembatan Koncer Bondowoso Kini Malah Sudah Retak dan Berlubang
Sementara itu, Pengurus PCNU Bondowoso KH Mas'ud Ali menegaskan bahwa secara kelembagaan NU tetap berada di posisi netral terhadap seluruh partai politik.
Namun, ia mengakui mayoritas warga NU selama ini memang menyalurkan aspirasi politiknya melalui PKB. "Sehingga kita tidak salah secara institusi jika pengurus NU berkoordinasi dengan PKB. Karena warganya memang lebih banyak di PKB," pungkasnya. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi