PAKISAN, Radar Ijen – Rumah sederhana di Desa Pakisan, Kecamatan Tlogosari, masih diselimuti suasana duka. Baru dua pekan menikmati kehadiran bayi kembar, keluarga Jumali justru harus menerima kenyataan pahit.
Sang ibu dari bayi kembar tersebut, Kinanah, meninggal dunia 15 hari setelah melahirkan putra-putrinya, Deo Saputra dan Dea Saputri.
Kisah pilu itu menyentuh banyak hati setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Di tengah duka yang belum reda, pintu rumah keluarga tersebut kembali diketuk.
Kali ini bukan oleh kerabat, melainkan Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo bersama jajarannya, Rabu (8/7) siang.
Baca Juga: Dibakar Api Asmara: Warga Bondowoso Ini Nekat Lukai Istrinya Gara-gara Cemburu Lihat Inbox Facebook
Orang nomor satu di Polres Bondowoso itu, datang langsung melakukan anjangsana sekaligus menyerahkan bantuan sosial, sebagai bentuk empati kepada keluarga yang tengah menghadapi cobaan berat.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut jajaran Pejabat Utama Polres Bondowoso, personel Polsek Tlogosari, perwakilan Dinas Sosial Bondowoso, serta Kepala Desa Pakisan, Riski Amalia.
Duka keluarga semakin terasa karena Jumali, ayah kedua bayi itu, juga sedang mengalami penurunan kondisi kesehatan. Situasi tersebut membuat perawatan Deo dan Dea membutuhkan perhatian lebih.
Baca Juga: Legalkan 343 Hektare Lahan Kopi Petani Bondowoso
Melihat kondisi itu, Kapolres menyerahkan berbagai perlengkapan bayi kembar beserta kebutuhan pokok, agar keluarga memiliki bekal untuk merawat kedua buah hati tersebut.
Namun, bantuan yang dibawa bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari. Kehadiran aparat kepolisian juga menjadi penguat moral bagi keluarga yang sedang berjuang bangkit dari kehilangan.
"Kami hadir untuk menyampaikan belasungkawa yang mendalam sekaligus memberikan dukungan agar keluarga tetap kuat, tabah, dan ikhlas menghadapi ujian ini,” ujarnya.
“Semoga bantuan yang kami berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan kedua bayi serta meringankan beban keluarga," imbuhnya.
Bagi Aryo, tugas kepolisian tidak berhenti pada menjaga keamanan. Di balik seragam yang dikenakan, ada tanggung jawab sosial untuk hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan.
"Polri hadir bukan hanya saat masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga ketika mereka membutuhkan kepedulian, kasih sayang, dan harapan. Solidaritas adalah kekuatan yang akan membuat kita mampu bangkit bersama menghadapi setiap ujian kehidupan," tegasnya.
Anjangsana tersebut menjadi gambaran pendekatan humanis yang terus dibangun Polres Bondowoso. Tidak hanya menyelesaikan persoalan hukum, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara saat menghadapi musibah.
Di rumah kecil itu, duka memang belum sepenuhnya pergi. Namun, perhatian dari banyak pihak menjadi penegas bahwa Jumali dan kedua bayi kembarnya tidak sedang berjuang sendirian.
Di balik kehilangan seorang ibu, masih ada tangan-tangan yang terulur, menghadirkan harapan agar Deo dan Dea dapat tumbuh dengan kasih sayang dan masa depan yang lebih baik. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi