RADAR JEMBER - Kawah Wurung tak lama lagi berpotensi naik kelas. Destinasi wisata alam yang selama ini dikenal dengan hamparan savana eksotis itu bakal disulap lebih “instagramable” dengan kehadiran wahana balon udara ala Turki. Investor pun mulai melirik serius peluang tersebut.
Sinyal masuknya investasi ini bukan sekadar wacana.
Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir mengungkapkan, sudah ada investor yang menyatakan minat untuk menggarap wahana balon udara di kawasan wisata tersebut.
Bahkan, komunikasi awal telah dilakukan dan dalam waktu dekat difasilitasi bertemu langsung dengan bupati.“Sudah ada investor yang berminat. Konsepnya balon udara seperti di Turki, dan lokasinya direncanakan di Kawah Wurung,” katanya.
Baca Juga: Diskoperindag Bondowoso Akui Siap Tindaklanjuti Evaluasi DPRD, Fokus Dampak Nyata Program
Menurutnya, konsep yang akan diusung tetap menyesuaikan kondisi geografis Bondowoso. Jika di Turki balon udara dapat terbang bebas di atas bentang alam padang pasir, di Kawah Wurung balon akan menggunakan sistem tambat atau diikat dengan tali pengaman.
“Kalau di Turki dilepas karena aman di padang luas. Kalau di sini tetap diikat dengan tali tambang. Tapi sensasinya tetap sama, pengunjung bisa menikmati panorama dari ketinggian,” ujarnya.
Dari udara, wisatawan nantinya bisa menyaksikan bentang alam khas Ijen, termasuk lanskap hijau perbukitan hingga kabut tipis yang kerap menyelimuti kawasan tersebut. Potensi inilah yang dinilai menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan, khususnya pemburu spot foto unik.
Dhafir menambahkan, tren minat investor terhadap Bondowoso belakangan terus meningkat. Hal itu mendorong DPRD bersama eksekutif mempercepat pembahasan Raperda Fasilitasi Investasi sebagai payung hukum.“Biasanya tiga sampai enam bulan, ini kita kebut sekitar satu bulan. Investor butuh kepastian hukum,” tegasnya.
Dengan regulasi yang dipercepat, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan perizinan serta berbagai bentuk dukungan bagi investor.
Harapannya, geliat investasi tidak hanya mempercantik sektor pariwisata, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
“Yang terpenting, tenaga kerja lokal harus diprioritaskan. Kecuali memang butuh keahlian khusus,” tandasnya.
Jika rencana ini terealisasi, Kawah Wurung bukan hanya menjadi destinasi wisata alam biasa, tetapi juga ikon baru wisata pengalaman di Bondowoso. Bahkan, bukan tidak mungkin daerah yang dijuluki Republik Kopi itu akan punya daya saing baru di kancah wisata nasional.
Editor : M. Ainul Budi