Radar Ijen – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso menyatakan siap menindaklanjuti berbagai catatan evaluasi dari Komisi II DPRD dalam pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.
Penekanan utama mengarah pada pentingnya memastikan setiap program benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Kepala Diskoperindag Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, menegaskan bahwa ke depan seluruh kegiatan tidak lagi hanya berorientasi pada serapan anggaran maupun output semata. Namun harus mampu menunjukkan outcome atau dampak konkret dari setiap program yang dijalankan.
Baca Juga: Dibakar Api Asmara: Warga Bondowoso Ini Nekat Lukai Istrinya Gara-gara Cemburu Lihat Inbox Facebook
“Semua kegiatan harus bisa terukur dampaknya. Siapa yang menerima bantuan harus jelas, lalu dipantau hasilnya seperti apa. Dari situ bisa dilihat apakah program itu berhasil atau perlu evaluasi lanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, sistem monitoring menjadi kunci agar bantuan maupun pelatihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Diskoperindag akan memperkuat pendataan dan pemantauan penerima manfaat sehingga arah kebijakan berikutnya lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Janji Bantuan Ternak Sempat Tertunda, Disnakkan Kebutan Benahi Regulasi dan Kejar Kepercayaan Publik
Dalam sektor koperasi, pihaknya juga akan memastikan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berjalan selaras dengan koperasi yang sudah ada.
Ia menegaskan, keberadaan koperasi baru tersebut tidak boleh menjadi kompetitor yang justru melemahkan ekosistem koperasi di daerah.
Sementara di sektor perdagangan, Diskoperindag berkomitmen menjaga stabilitas harga serta memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah gempuran pasar daring.
Sedangkan di bidang perindustrian, kolaborasi dengan berbagai pihak akan diperkuat untuk menjamin ketersediaan bahan baku di sentra-sentra industri.
Hergiar juga menekankan pentingnya optimalisasi aset daerah seperti UPT dan fasilitas yang dimiliki pemerintah. Menurutnya, seluruh aset tersebut harus mampu berkontribusi langsung terhadap pengembangan UMKM, koperasi, perdagangan, dan industri di Bondowoso.
Lebih lanjut, ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pihaknya akan memprioritaskan program-program yang benar-benar berdampak dan mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang masih rentan.
“Kami akan fokus pada kegiatan prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan memberikan efek nyata,” pungkasnya. (faq)
Editor : M. Ainul Budi