RADAR JEMBER - Kerusakan Jembatan Koncer kembali menjadi sorotan. Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Bondowoso, Abdul Majid, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak lamban mengambil langkah.
Ia menegaskan, jangan sampai warga kembali menanggung kerugian akibat infrastruktur yang tak kunjung tuntas.
Majid mengungkapkan, persoalan kelayakan jembatan sejatinya merupakan ranah teknis Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK). Namun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap harus aktif melakukan koordinasi lintas sektor, terutama untuk memetakan dampak sosial dan ekonomi yang bisa timbul.
Baca Juga: MIRIS! Nasib Jembatan Koncer Bondowoso Tunggu Lubang Dulu Baru Diperbaiki?
“Kalau ini murni faktor teknis, ya harus ditangani secara teknis. Tapi dampak sosial dan ekonomi harus diprediksi sejak awal. Jangan sampai dibiarkan hingga berujung fatal,” tegasnya
Menurut Majid, potensi kerusakan tidak boleh dianggap sepele. Apalagi jika kondisi jembatan dipengaruhi kontur tanah yang labil atau kapasitas struktur yang memang sudah tidak layak menahan beban kendaraan berat.
Ia mendorong agar BPBD segera berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup dan aparat kepolisian untuk melakukan pembatasan sebelum terjadi hal yang lebih buruk.
“Jangan sampai ini dibiarkan, lalu ambruk dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Ini harus dicegah sejak dini,” ujarnya.
Baca Juga: DUH! Jembatan Sentong Belum Beres, Jembatan Koncer Bondowoso Kini Malah Sudah Retak dan Berlubang
Majid juga mendesak Bupati Bondowoso untuk segera menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait agar bergerak cepat.
Koordinasi, evaluasi, hingga peninjauan lapangan harus dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tingkat kelayakan jembatan dan batas aman kendaraan yang melintas.
Ia mengingatkan, masyarakat sudah cukup terbebani dengan kerusakan infrastruktur sebelumnya. Jika Jembatan Koncer kembali bermasalah tanpa penanganan serius, maka dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan warga bisa semakin berat.
“Kami tidak ingin menambah beban kerugian masyarakat. Infrastruktur rusak, aktivitas terganggu, ini efeknya luas,” katanya.
Terkait opsi perbaikan total, Majid mengaku masih menunggu perkembangan terbaru di lapangan. Informasi awal yang diterimanya menyebutkan sudah ada penanganan sementara berupa penambalan pada bagian yang rusak.
Namun, ia menilai langkah tersebut belum tentu cukup jika kerusakan bersifat struktural.
“Perbaikan sementara itu bagus sebagai langkah awal. Tapi harus dievaluasi lagi, apakah cukup atau perlu penanganan lebih besar. Jangan sampai seperti kasus sebelumnya, ditambal terus sampai akhirnya rusak parah baru diperbaiki total,” kritiknya.
Majid menegaskan, langkah cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar kerugian tidak semakin meluas. Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya bersikap reaktif, tetapi mampu mengambil keputusan strategis demi melindungi keselamatan dan kepentingan masyarakat Bondowoso. (faq)
Editor : M. Ainul Budi