TENGGARANG, Radar Ijen - Polemik Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD/SMP di Bondowoso mulai menemukan titik terang.
DPRD Bondowoso memastikan Dinas Pendidikan telah mengambil langkah penyelesaian ke pemerintah pusat, namun meminta evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali terulang.
DPRD Bondowoso memfasilitasi pertemuan antara perwakilan wali murid peserta OSN dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, Kamis (2/7).
Dalam rapat tersebut, seluruh aspirasi wali murid disampaikan langsung kepada Kepala Dispendik Bondowoso, sekaligus dibahas langkah penyelesaian yang telah dilakukan.
Baca Juga: Perketat Patroli, Pelaku Balap Liar di Bondowoso Terus Diburu
Wakil Ketua DPRD Bondowoso Ady Kriesna mengatakan, DPRD sengaja menghadirkan Kepala Dispendik agar persoalan yang dikeluhkan wali murid dapat dijelaskan secara terbuka.
"Tadi perwakilan wali murid peserta OSN sudah menyampaikan aspirasinya langsung ke DPRD. Kami sebagai lembaga legislatif, yang menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat itu memang mengajak pak kadis untuk ikut rapat pada kesempatan ini,” katanya.
“Sehingga aspirasi itu bisa langsung didengar kepala dinas. Sehingga dari diknas menyebabkan itu apa dan upaya apa yang dilakukan diknas," imbuhnya.
Baca Juga: Lima Bulan, Temukan 185 Kasus TBC di Kabupaten Bondowoso
Pria yang akrab disapa Kriesna itu juga mengatakan, berdasarkan penjelasan Dispendik, persoalan OSN tidak hanya terjadi di Bondowoso, tetapi juga dialami sejumlah kabupaten lain.
Karena itu, penyebabnya diduga bukan kesalahan administrasi di daerah, melainkan gangguan pada sistem.
"Sehingga ini sudah nampak dan solusi itu sudah dilakukan. Berkat kesigapan dari aparatur pemerintah di Diknas," ujarnya.
Menurut Kriesna, para wali murid juga menyampaikan sejumlah masukan, agar penyelenggaraan OSN ke depan semakin baik.
Salah satunya terkait lokasi pelaksanaan yang dinilai harus lebih representatif, sehingga peserta dapat mengerjakan ujian dengan lebih nyaman.
Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih terbuka antara Dispendik dan wali murid agar tidak lagi muncul simpang siur informasi saat terjadi persoalan.
Baca Juga: Dapur MBG Libur, Harga Pangan di Bondowoso Ikut Turun
Ia mengusulkan adanya grup WhatsApp yang melibatkan perwakilan Dispendik dan wali murid sebagai jalur komunikasi resmi.
Dengan begitu, setiap perkembangan maupun kendala dalam pelaksanaan OSN dapat segera disampaikan tanpa memunculkan kesalahpahaman di masyarakat. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi